Beranda Ragam Menteri Agama Didesak Copot Kepala Kanwil Kemenag Aceh

Menteri Agama Didesak Copot Kepala Kanwil Kemenag Aceh

39
0
BERBAGI

*OKNUM PEJABAT KEMENAG ACEH DIDUGA MESUM

BANDA ACEH – Oknum pejabat Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, berinisal TJ, diduga ditangkap mesum di sebuah rumah dalam kawasan Lueng Bata, sudah ditahan di Kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh.

Saat ini, TJ bersama pasangan perempuannya berinisial RH, dilakukan penahanan selama 20 hari di Kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh, sambil melakukan pendalaman introgasi terhadap pasangan itu.

Meski TJ, yang sudah berkeluarga itu sudah ditahan untuk proses lebih lanjut, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Iqbal, belum mengambil langkah tegas apapun terhadap oknum pejabat yang sudah mempermalukan institusi yang mengurusi masalah agama itu.

Gerakan Pemuda Peduli Aceh (Gempa) meminta kepada Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas untuk mencopot Iqbal dari Kakamenag Aceh. Pasalnya Iqbal dinilai tidak mampu mengontrol anggotanya, yang telah mempermalukan instutusi tersebut.

“Kami sangat jijik melihat atau mendengar berita yang beredar adanya oknum ASN dari Kemenag Aceh yang diduga melanggar Syariat Islam,” kata Ketua Gempa, Aldi Mustafa Azis, Minggu (18/7).

Kata Aldi, seharusnya ASN yang berada di Kantor Kemenag Aceh tersebut harus menjadi contoh dalam menerapkan Syariat Islam di Aceh, namun yang terjadi malah oknum ASN itu yang melangagar Syariat Islam.

“Yang model beginilah yang membuat masyarakat kurang percaya. Dan InsyaAllah dalam waktu dekat ini kami juga akan melakukan aksi terkait masalah ini,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Syariah, Mirza Sultan Farza menilai perlu upaya penyelematan dengan cepat dan tepat oleh Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qaumas, terhadap Kemenag Aceh.

“Kami menilai Kemenag Aceh Iqbal tidak mampu menjalankan tugas dengan baik, bahkan kondisi Kemenag Aceh kini kian amburadul,” tegasnya.

“Kami meminta Menteri Agama untuk menganti Iqbal dari jabatan Kakanwil Kemenag Ace, demi menyelamatkan Kanwil Kemenag Aceh di mata masyarakat secara umum,” tambah Mirza.

Selain itu, kata Mirza, Menteri Agama juga perlu melakukan audit anggaran Kemenag Aceh di bawah kepemimpinan Iqbal.

“Kami juga menilai Kemenag Aceh di bawah kepemimpinan Iqbal, tidak mampu dan tidak memiliki kapasitas serta kecakapan yang cukup sebagai seorang pemimpin. Kebijakan yang diambil sering menimbulkan kekisruhan di tubuh organisasi bahkan mencoreng citra Kementerian Agama di mata masyaraka,” ungkapnya.

Selain itu, ia menilai Iqbal juga kerab melakukan blunder dalam menterjemahkan kebijakan menteri. Seperti mengangkangi surat menteri untuk tidak melakukan mutasi dalam masa waktu tertentu.

“Sejatinya pimpinan sebagai pengayom, malah menjadi pemecah belah, menjalankan tugas sesuai aturan bukan suka-suka, ini sangat berbahaya,” ungkap Mirza.

Puncaknya, kata Mirza, kasus terakhir dan teranyer yang viral, Iqbal membiarkan pejabat yang diduga terlibat mesum, tanpa mengambil tindakan, berupa sanksi ataupun pergantian. “Iqbal tidak tegas dan tidak dapat memposisikan diri sebagai pimpinan dalam menanggapi konflik internal,” ujarnya.

Melihat banyaknya persoalan tersebut dan telah membuat citra lembaga umat ini semakin tercoreng, menurutnya sudah selayaknya ada tindakan tegas dan terukur dari Menteri Agama RI.

“Kami yakin dan percaya, Menag memiliki kemampuan dalam menyelamatkan Kanwil Kemenag Aceh serta membersihkan noda yang terlanjur kotor di Kanwil Kemenag Aceh,” tegasnya. (*)

Sumber : Ajnn.net

BERBAGI