Beranda Headline Kepala Sekolah : Sistim Pendidikan Terpadu Telah Merubah Paradigma di Sekolah

Kepala Sekolah : Sistim Pendidikan Terpadu Telah Merubah Paradigma di Sekolah

Aceh Besar – Ketua K3S Aceh Besar Juniadi S.Pd M.Pd mewakili para guru di Aceh Besar mengatakan implementasi SPT di Sekolah telah dirasakan manfaatnya. ” Kita telah merasakan betapa pentingnya pelaksanaan sistem ini terus berjalan dikemudian haru dengan diperkuat oleh qanun,” katanya.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah tersebut mengharapkan agar persoalan yang muncul dan tantangan dalam melahirkan qanun tersebut dapat bersama-sama mencarikan jalan keluar. ” Untuk melahirkan qanun penting ini, kami sangat mengharapkan dukungan dan masukan yang konstruktif dari segenap pihak termasuk legislatif,” harap Junaidi dalam FDG (Fokus Group Discusion) rancangan qanun SPT dan Satu Gampong Satu Hafidz yang dilaksanakan di Dekranasda, Gani, Senin, 2021.

Sementara Ketua Banleg DPRK Aceh Besar Rahmat Aulia mengatakan akan memperjuangkan sebagai prioritas karena lahir dari sebuah kepentingan daerah sehingga menjawab persolan yang dihadapi. ” Kami mengamati bahwa raqan ini lahir dari urgensi daerah untuk menjawab persoalan yang ada ,” terangnya.

Politisi PAN tersebut juga meminta mengharapkna proses melahirkan qanun yang sedang berlangsung agar terus mengacu pada mekanisme, kajian hukum, proses akademis dan konsultasi publik. “Sehingga akan mendapatkan dukungan dalam paripurna di DPRK nantinya,” pintanya.

FGD yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar tersebut dilaksanakan dengan pemaparan rancangan kedua qanun, kemudian mendengarkan masukan stakeholder untuk mendapatkan pemahaman bersama dan perbaikan konten raqan.

Stakeholder yang hadir dalam FGD tersebut Plt Kadis Syariat Islam Aceh Besar Rusdi, Sekretaris DPRK Fata Muhammad, Kabag Hukum Setdakab Joni Marwan, MPD Aceh Besar Suraya Kamaruzzaman, Ketua K3S Junaidi M.Pd, Ketua MKKS Mukhtar S.Pd, serta Tim Pengembang kurikulum SPT.

Secara umum Aceh Besar telah menancapkan fondasi pembangunan sumberdaya manusia untuk melahirkan generasi tangguh, berakhlaqul karimah serta hafal Al-Qur’an dimasa depan dengan menjadi Aceh Besar sebagai kabupaten On Stop Education Center, yaitu Kota Pusat Pendidikan Islami. (R)