BANDA ACEH — Wartawan senior Aceh, Hamdan Budiman, mendukung langkah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang turun ke Banda Aceh untuk melakukan evaluasi terkait laporan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Aceh 2026.
Menurut Hamdan, evaluasi tersebut penting untuk memastikan proses organisasi berjalan sesuai aturan, transparan, dan menjunjung tinggi prinsip demokrasi. Ia berharap langkah PWI Pusat menjadi momentum pembenahan untuk menjaga marwah organisasi sekaligus meningkatkan kepercayaan anggota terhadap PWI Aceh.
Mantan Sekretaris PWI Aceh pada masa kepemimpinan Adnan NS itu menilai, perubahan di tubuh PWI Aceh perlu dilakukan, baik dalam aspek kepemimpinan maupun program kerja. Terutama, dalam memperjuangkan kesejahteraan wartawan dan meningkatkan kompetensi jurnalistik para anggota.
“PWI Aceh harus berubah ke arah yang lebih baik. Organisasi ini harus mampu memperjuangkan kesejahteraan wartawan sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan jurnalistik anggotanya,” ujar Hamdan di Banda Aceh, Rabu (28/10/2026).
Ia juga meminta agar Konferprov PWI Aceh tetap dilaksanakan sesuai agenda dan tidak ditunda. Namun, apabila evaluasi menemukan indikasi pelanggaran atau kecurangan, Hamdan menyarankan agar panitia pelaksana dan *Organizing Committee* (OC) turut dievaluasi, termasuk kemungkinan pergantian pihak yang dinilai bermasalah sesuai mekanisme organisasi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penerapan persyaratan pencalonan Ketua PWI Aceh secara adil dan transparan. Menurutnya, anggota yang memenuhi ketentuan harus memperoleh kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri tanpa pembatasan yang tidak beralasan.
Hamdan menegaskan, proses pemilihan harus memberikan ruang yang setara bagi seluruh kandidat agar anggota dapat menentukan pilihan berdasarkan kapasitas, integritas, rekam jejak, visi, dan komitmen terhadap kemajuan organisasi.
“Jangan sampai anggota dirugikan akibat persoalan dalam proses konferensi. Jika ditemukan masalah, selesaikan sesuai aturan, lakukan pembenahan, dan tetap berikan kesempatan yang adil kepada calon yang memenuhi persyaratan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Konferprov bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan momentum penting untuk menentukan arah dan masa depan PWI Aceh. Karena itu, seluruh tahapan harus mengutamakan kepentingan anggota serta menjaga persatuan di kalangan wartawan.
Hamdan juga menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan sebagai bagian dari upaya menghadirkan gagasan, program, dan terobosan baru. Menurutnya, keberlanjutan kepemimpinan perlu disertai evaluasi terhadap kinerja dan pencapaian agar organisasi terus berkembang.
Ia mengibaratkan dinamika kepemimpinan organisasi dengan kepemimpinan di tingkat negara. Menurutnya, pergantian pemimpin dapat menjadi kesempatan menghadirkan pendekatan baru dalam menjawab tantangan dan memenuhi kebutuhan anggota.
Karena itu, Hamdan berharap seluruh anggota PWI Aceh menggunakan hak pilih secara bijak dengan mempertimbangkan rekam jejak, kemampuan memimpin, serta program kerja yang ditawarkan setiap kandidat.
“PWI Aceh membutuhkan pemimpin yang mampu membawa perubahan, memperjuangkan kesejahteraan anggota, meningkatkan kualitas jurnalistik, dan menjaga nama baik organisasi. Harapan kita, Konferprov ini melahirkan kepemimpinan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan wartawan,” katanya.
Hamdan berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana tetap kondusif dan menghormati mekanisme organisasi sehingga Konferprov PWI Aceh berlangsung demokratis dan transparan serta menghasilkan pemimpin yang memperoleh kepercayaan anggota.(*)













