HeadlineHukum

Dugaan Pabrik Sabu di Pidie, Puluhan Polisi Bersenjata Lengkap Perketat Pengamanan

×

Dugaan Pabrik Sabu di Pidie, Puluhan Polisi Bersenjata Lengkap Perketat Pengamanan

Share this article
Aparat kepolisian bersenjata lengkap mengamankan lokasi yang diduga menjadi tempat produksi narkotika jenis sabu-sabu di Kabupaten Pidie, Aceh. Gambar ini merupakan ilustrasi visual, bukan dokumentasi kejadian sebenarnya. Foto: (AI)

SIGLI – Sebuah rumah toko (ruko) dua pintu di Gampong Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, diamankan aparat kepolisian pada Kamis (22/10/2026). Bangunan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas produksi narkotika jenis sabu-sabu.

Pantauan di lokasi, puluhan personel kepolisian bersenjata lengkap tampak berjaga di sekitar bangunan. Akses menuju area tersebut juga dibatasi, sehingga masyarakat yang tidak berkepentingan tidak dapat memasuki lokasi.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, enam orang diduga telah diamankan dalam penanganan kasus tersebut. Mereka disebut-sebut merupakan warga negara asing. Namun, identitas, kewarganegaraan, serta jumlah pasti orang yang diamankan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian.

Selain itu, beredar informasi bahwa lokasi tersebut diduga memiliki kapasitas produksi hingga 500 kilogram sabu-sabu dalam satu kali proses. Meski demikian, informasi mengenai kapasitas produksi tersebut belum terverifikasi dan masih memerlukan penjelasan resmi dari aparat berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jenis dan jumlah barang bukti yang ditemukan, dugaan proses produksi narkotika di lokasi tersebut, maupun perkembangan penyelidikan terhadap orang-orang yang diamankan.

Sementara itu, Kapolri diinformasikan dijadwalkan berkunjung ke Aceh pada Jumat (23/10/2026), termasuk untuk meninjau lokasi di Kabupaten Pidie. Namun, agenda kunjungan tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat yang menantikan penjelasan kepolisian mengenai dugaan aktivitas produksi narkotika tersebut, termasuk kronologi pengungkapan, asal-usul barang bukti, serta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Kepolisian diharapkan segera menyampaikan informasi resmi agar perkembangan penanganan perkara dapat diketahui secara jelas dan akurat oleh publik.(*)