Uncategorized

Progres Jembatan Kuta Blang Capai 92,8 Persen, Safrizal Apresiasi Percepatan Pembangunan

×

Progres Jembatan Kuta Blang Capai 92,8 Persen, Safrizal Apresiasi Percepatan Pembangunan

Share this article
Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum atau Jembatan Kuta Blang di lintas nasional Banda Aceh-Medan, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, terus dikebut dan kini telah mencapai progres 92,8 persen. Foto: (Satgas PRR Wilayah Aceh).

BANDA ACEH — Pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum atau yang lebih dikenal sebagai Jembatan Kuta Blang di lintas nasional Banda Aceh-Medan, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Hingga Minggu (30/8/2026), progres pembangunan jembatan permanen tersebut telah mencapai 92,8 persen. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahapan akhir berupa penyelesaian atau finishing sebelum jembatan ditargetkan dapat difungsikan dan dilalui kendaraan pada 20 September 2026.

Berdasarkan informasi perkembangan terbaru yang diinput Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, pekerjaan di lapangan terus dikebut oleh kontraktor utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersama mitra lokalnya, PT Krueng Meuh.

Sejumlah pekerjaan finishing yang sedang dan akan dilaksanakan meliputi pengecoran parapet, pemasangan expansion joint atau siar muai, penyelesaian trotoar, hingga pengaspalan lantai jembatan.

Parapet merupakan dinding pembatas sekaligus pagar pengaman beton yang berada di sisi jembatan dan berfungsi meningkatkan aspek keselamatan pengguna jalan. Sementara expansion joint merupakan komponen penting pada konstruksi jembatan yang berfungsi mengakomodasi pergerakan atau perubahan panjang struktur akibat perubahan suhu maupun beban kendaraan.

Keterangan mengenai perkembangan pekerjaan tersebut disampaikan oleh Isnanda, S.T., Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Provinsi Aceh pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.

Isnanda menjelaskan, pekerjaan pengaspalan lantai jembatan telah mulai dilaksanakan sejak 29 Agustus 2026. Pekerjaan tersebut dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan persyaratan teknis dan kekuatan struktur jembatan.

Menurutnya, pekerjaan pengecoran lantai jembatan terakhir juga telah selesai. Dengan demikian, pekerjaan konstruksi kini berfokus pada penyelesaian bagian-bagian jembatan yang diperlukan sebelum nantinya dapat dibuka untuk lalu lintas umum.

“Pada tahap saat ini, pekerjaan pengecoran lantai jembatan terakhir telah selesai dilaksanakan. Selanjutnya, sambil menunggu tercapainya umur beton sesuai persyaratan sebelum jembatan dapat difungsikan untuk lalu lintas kendaraan, pekerjaan penyelesaian (finishing) tetap dilaksanakan secara bertahap,” terang Isnanda.

Ia mengatakan, seluruh tahapan pekerjaan dilakukan secara simultan dan terukur agar target fungsional jembatan dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Jembatan tersebut ditargetkan sudah dapat berfungsi dan dilalui kendaraan pada 20 September 2026, apabila seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana dan tidak terdapat kendala berarti di lapangan.

Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Dr. Safrizal ZA, menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum.

Menurut Safrizal, capaian progres 92,8 persen menunjukkan bahwa pembangunan jembatan tersebut telah memasuki tahapan penting dan semakin mendekati penyelesaian.

Ia mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum melalui jajaran terkait yang terus mendorong percepatan pembangunan, termasuk kontraktor utama dan mitra lokal yang bekerja di lapangan.

“Kami dari Satgas PRR tentu memberikan apresiasi terhadap Kementerian Pekerjaan Umum, yang bekerja keras melaksanakan pembangunan jembatan tersebut. Apresiasi juga kami berikan kepada kontraktor utama dan mitra lokalnya,” sebut Safrizal.

Mantan Pj Gubernur Aceh itu menilai keberadaan Jembatan Krueng Tingkeum memiliki arti penting bagi kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Aceh.

Jembatan Kuta Blang berada pada jalur lintas nasional Banda Aceh-Medan yang menjadi salah satu urat nadi transportasi darat di wilayah pantai timur Aceh. Jalur tersebut menghubungkan sejumlah kabupaten dan kota serta menjadi akses utama bagi kendaraan masyarakat, angkutan barang, hingga aktivitas ekonomi antardaerah.

Karena itu, penyelesaian pembangunan jembatan permanen tersebut dinilai akan memberikan dampak besar terhadap kelancaran arus transportasi, terutama bagi masyarakat yang selama ini menggunakan jalur tersebut.

Safrizal menegaskan, Satgas PRR Aceh akan terus memantau perkembangan pembangunan sejumlah infrastruktur strategis yang masuk dalam agenda rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Kita berharap pekerjaan dapat terus berjalan sesuai target dan seluruh tahapan teknis dapat diselesaikan dengan baik. Yang paling penting, ketika difungsikan nantinya, jembatan harus memenuhi standar keselamatan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan progres yang telah mencapai 92,8 persen, pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum kini tinggal menyelesaikan sejumlah pekerjaan akhir sebelum dapat difungsikan.

Pekerjaan finishing meliputi parapet, expansion joint, trotoar, pengaspalan lantai jembatan dan sejumlah pekerjaan pendukung lainnya menjadi bagian penting untuk memastikan jembatan siap digunakan.

Pihak pelaksana juga tetap memperhatikan umur dan kekuatan beton sesuai persyaratan teknis sebelum jembatan dibuka bagi kendaraan. Hal tersebut diperlukan untuk memastikan struktur jembatan benar-benar aman dan layak digunakan.

Jika seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal dan tidak terdapat kendala di lapangan, Jembatan Krueng Tingkeum ditargetkan mulai berfungsi pada 20 September 2026.

Penyelesaian jembatan permanen ini diharapkan tidak hanya memperlancar konektivitas Banda Aceh-Medan, tetapi juga memperkuat kembali aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan pantai timur Aceh.

Dengan demikian, masyarakat pengguna jalan diharapkan dapat kembali menikmati akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan lancar pada jalur nasional tersebut.(*)