BeritaHeadline

BSI dan Relawan Bakti BUMN Tanam 15.000 Mangrove di Aceh Tamiang

×

BSI dan Relawan Bakti BUMN Tanam 15.000 Mangrove di Aceh Tamiang

Share this article
PT Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Relawan Bakti BUMN 2026 dan masyarakat menanam 15.000 bibit mangrove di lahan kritis seluas 5 hektare di kawasan Sungai Kuruk III, Kabupaten Aceh Tamiang, 16–19 Agustus 2026. Foto: (Humas BSI).

ACEH TAMIANG – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Program Relawan Bakti BUMN 2026 menanam 15.000 bibit mangrove di lahan kritis seluas lima hektare di kawasan Sungai Kuruk III, Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan yang berlangsung pada 16–19 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, mendukung pencapaian Net Zero Emission, serta memperkuat ekosistem blue carbon di Indonesia.

Pemilihan kawasan pesisir Aceh Tamiang dilakukan karena wilayah tersebut membutuhkan perhatian dalam mencegah abrasi sekaligus memulihkan fungsi ekologis hutan pantai yang mengalami degradasi.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga melibatkan masyarakat melalui kegiatan edukasi lingkungan. Para relawan berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Warga juga mendapatkan edukasi mengenai cara merawat bibit mangrove setelah penanaman agar tingkat kelangsungan hidup tanaman dapat terjaga.

Dorong UMKM Berbasis Lingkungan

Selain pemulihan ekosistem, BSI dan Relawan Bakti BUMN turut mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkelanjutan di sekitar kawasan Sungai Kuruk III.

Potensi komoditas lokal dipetakan untuk kemudian dikembangkan melalui pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya berperan dalam menjaga kawasan pesisir, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Keberlanjutan ekonomi masyarakat menjadi salah satu tujuan utama agar program pemulihan lingkungan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Investasi untuk Masa Depan

Aksi penanaman mangrove tersebut juga dipandang sebagai investasi ekologis bagi generasi mendatang. Keberadaan mangrove di kawasan pesisir diharapkan dapat menjadi benteng alami dalam menghadapi abrasi serta dampak perubahan iklim.

Sinergi BSI, Kementerian BUMN, Relawan Bakti BUMN, dan masyarakat Aceh Tamiang menunjukkan bahwa pemulihan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, kawasan Sungai Kuruk III diharapkan semakin hijau dan memiliki ekosistem pesisir yang lebih tangguh, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan aktivitas ekonomi yang ramah lingkungan.(*)