Jakarta – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem meraih Transportasi Indonesia Award 2026 atas komitmennya menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif, mudah diakses, dan gratis bagi masyarakat.
Penghargaan yang diinisiasi oleh Transportasi Media Indonesia itu diserahkan dalam acara yang berlangsung di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara, Jakarta, pada Kamis (30/7/2026). Atas nama Gubernur Aceh, penghargaan diterima oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal.
Teuku Faisal menyampaikan apresiasi kepada Transportasi Media Indonesia atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan itu merupakan hasil kerja keras Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf dalam membangun sistem transportasi publik yang inklusif dan dapat dinikmati masyarakat tanpa dipungut biaya.
“Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh masyarakat Aceh. Pembangunan transportasi publik yang mudah diakses merupakan fokus utama Pemerintah Aceh demi mewujudkan layanan yang layak, aman, dan nyaman,” ujar Teuku Faisal.
Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh terus memprioritaskan penyediaan layanan angkutan massal Trans Kutaraja secara gratis sebagai upaya mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi beban pengeluaran harian.
Selain itu, program Mudik Gratis yang telah berjalan selama dua tahun berturut-turut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Aceh dalam memberikan kemudahan transportasi bagi masyarakat, khususnya saat musim mudik Lebaran.
Transportasi Media Indonesia menilai Pemerintah Aceh berhasil menjadi role model nasional dalam penyediaan layanan transportasi publik yang inklusif dan berprinsip aksesibilitas universal, sehingga dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang keterbatasan fisik, usia, maupun kondisi ekonomi.
Dewan Pakar Transportasi Media Indonesia, Djoko Setijawarno, mengatakan proses penentuan penerima penghargaan dilakukan secara independen dan objektif melalui kajian yang komprehensif.
“Pemilihan penerima penghargaan didasarkan pada prestasi, rekam jejak, dan karya yang telah ditorehkan. Seluruhnya diteliti dan dianalisis oleh tim Transportasi Media sehingga penghargaan ini benar-benar diberikan kepada pihak yang layak,” ujarnya.
Menurut Djoko, Aceh layak menjadi contoh nasional karena mampu menghadirkan layanan angkutan massal gratis yang berdampak langsung terhadap penghematan biaya transportasi masyarakat, terutama bagi kalangan berpenghasilan rendah.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas layanan transportasi yang aman, modern, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.(*)












