ACEH BESAR – Tim Pengabdian Berbasis Masyarakat (PBM) Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan inovasi teknologi pertanian di Desa Barabung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, melalui penerapan sistem hidroponik bertenaga surya berbasis Internet of Things (IoT), Senin (6/7/2026).
Inovasi tersebut mengintegrasikan panel surya sebagai sumber energi terbarukan dengan berbagai sensor pintar, seperti sensor pH, suhu, dan Total Dissolved Solids (TDS/PPM). Seluruh data yang dihasilkan sensor terhubung ke sistem IoT sehingga kondisi tanaman dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi pada telepon pintar.
Ketua Tim PBM USK, Ir. Riski Arifin, S.T., M.T., mengatakan teknologi ini dikembangkan untuk menjawab tantangan efisiensi dalam budidaya hidroponik di tingkat desa sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital kepada masyarakat.
“Penerapan teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan hidroponik. Perpaduan antara IoT dan panel surya tidak hanya membuat proses pemantauan menjadi lebih mudah, tetapi juga mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Riski.
Salah satu keunggulan sistem ini adalah kemampuan pengendalian jarak jauh. Pengguna dapat menghidupkan maupun mematikan pompa nutrisi melalui aplikasi, serta menerima notifikasi otomatis apabila kadar pH air berada di luar batas yang telah ditentukan.
Untuk memastikan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, Tim PBM USK juga memberikan pelatihan intensif kepada pengelola hidroponik di Desa Barabung. Pelatihan tersebut mencakup pengoperasian sistem, pemeliharaan perangkat, hingga langkah-langkah penanganan apabila terjadi gangguan.
Keuchik Desa Barabung menyampaikan apresiasi atas kontribusi tim akademisi USK dalam menghadirkan teknologi yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian desa.
“Terima kasih kepada tim pengabdian USK yang sudah membantu desa kami. Kami senang melihat sistem ini, apalagi sekarang bisa dipantau lewat handphone. Mudah-mudahan program ini berjalan lancar dan bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.
Melalui program ini, Tim PBM USK berharap penerapan teknologi IoT yang dipadukan dengan energi terbarukan dapat menjadi katalisator pengembangan smart farming di kawasan pedesaan. Dengan sistem yang lebih modern, masyarakat diharapkan mampu mengelola budidaya hidroponik secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.(*)












