Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal memantau langsung pelaksanaan Pasar Murah Daging Meugang yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh, Senin (25/5/2026).
Program pasar murah tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Minggu 24 Mei hingga Senin 25 Mei 2026, sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan daging dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Idul Adha.
Pada hari pertama, titik penjualan dipusatkan di Gampong Lhong Raya, halaman SDN 56 Lamglumpang Ulee Kareng, serta Jalan Rama Setia Lampaseh Aceh. Sementara memasuki hari kedua, lokasi penjualan dipindahkan ke Halaman Kantor Perumda Tirta Daroy Kecamatan Kuta Alam, area Eks Suzuya Shopping Centre, dan kembali dibuka di Jalan Rama Setia Lampaseh Aceh.
Penyebaran lokasi penjualan dilakukan agar distribusi daging subsidi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai kecamatan sekaligus menghindari penumpukan pembeli pada satu titik.
Dalam program tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan 20 ekor sapi yang dipotong khusus untuk pasar murah daging meugang. Daging dijual kepada masyarakat dengan harga Rp150 ribu per kilogram atau lebih murah dibanding harga pasar.
Saat meninjau lokasi Pasar Murah Daging Meugang di kawasan Eks Suzuya Shopping Centre, Wali Kota Illiza mengatakan program tersebut merupakan agenda rutin pemerintah kota setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha.
“Sama seperti hari raya sebelumnya kita melaksanakan pasar murah daging. Di mana di pasar ini kita memberikan subsidi terutama ongkos untuk potong dan sebagainya,” ujar Illiza.
Ia mengatakan antusiasme masyarakat terhadap program pasar murah daging subsidi tersebut cukup tinggi. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap daging menjelang Idul Adha memang mengalami peningkatan.
“Alhamdulillah ada 20 sapi untuk Idul Adha ini. Saya melihat antusias masyarakat untuk bisa membeli daging subsidi ini. Menjelang Idul Adha tentu ini sangat dibutuhkan,” katanya.
Illiza menegaskan Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus berkomitmen menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat melalui program-program subsidi, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
“Kita akan terus konsisten untuk memberikan subsidi lewat pasar murah daging meugang,” tegasnya.
Menurut Illiza, intervensi pemerintah melalui pasar murah menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari raya.
Ia berharap program tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi warga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan, khususnya daging meugang, dengan harga yang lebih terjangkau.
Program pasar murah daging meugang sendiri merupakan salah satu bentuk intervensi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok serta menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat menjelang Idul Adha.(*)













