BANDA ACEH — Sebanyak 50 pengurus Organisasi Pelajar Dayah Terpadu Inshafuddin (OPDTI) periode 2026–2027 mengikuti pelatihan kepemimpinan yang digelar di Ruang Perpustakaan Lantai II Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI), Banda Aceh, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta memperkuat kemampuan organisasi para santri dan siswa sejak usia sekolah.
Pelatihan menghadirkan Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan Manajemen Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh, Muhammad Syarif, S.H.I., M.H., yang juga merupakan Alumni Lemhannas Pemuda Angkatan I, sebagai pemateri utama.
Kepala SMA Inshafuddin Banda Aceh, H. Saifullah, S.Pd., saat membuka kegiatan mengatakan pembinaan kepemimpinan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Dayah Terpadu Inshafuddin yang selama ini memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama secara terpadu.
Menurutnya, Dayah Terpadu Inshafuddin yang berdiri sejak 17 Juli 1998 terus berkomitmen melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan kepemimpinan.
“Pengurus OPDTI yang baru dilantik perlu dibekali kemampuan kepemimpinan agar mampu menjalankan organisasi dengan baik sekaligus menjadi teladan bagi siswa lainnya,” ujar Saifullah.
Ia menjelaskan, program pembinaan dan penguatan kepemimpinan bagi siswa jenjang SMA merupakan agenda rutin sekolah yang terus dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Menurut Saifullah, pengalaman membangun pendidikan karakter yang pernah diterapkannya saat memimpin SMK Penerbangan Aceh turut menjadi inspirasi dalam pengembangan sistem pembinaan siswa di SMA Inshafuddin.
“Kepemimpinan bukan hanya soal memimpin orang lain, tetapi bagaimana seseorang mampu memimpin dirinya sendiri dengan disiplin, akhlak yang baik, serta semangat belajar yang tinggi,” katanya.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat membentuk generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, kemampuan komunikasi, serta kesiapan menjadi pemimpin masa depan.
Dalam sesi materi, Muhammad Syarif menyampaikan berbagai konsep dasar kepemimpinan yang penting dipahami oleh para santri dan pelajar.
Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan membangun komunikasi yang baik, berpikir demokratis, memahami karakter anggota organisasi, memiliki keberanian melakukan perubahan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah.
“Kepemimpinan tidak hadir begitu saja, tetapi dibangun melalui proses pembelajaran, pengalaman, latihan, dan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten,” ujar Muhammad Syarif.
Ia menegaskan bahwa usia sekolah menjadi fase penting dalam membentuk keterampilan kepemimpinan karena pada masa tersebut siswa mulai belajar mengambil keputusan, bekerja sama dalam tim, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Selain itu, kemampuan berbicara di depan umum, kepercayaan diri, serta manajemen organisasi juga menjadi bagian penting yang harus terus diasah oleh generasi muda.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti antusias para peserta. Para santri tampak aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait organisasi, kepemimpinan, hingga tantangan generasi muda di era perkembangan teknologi dan informasi saat ini.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Inshafuddin Banda Aceh, Rika Fernawati, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan karakter serta penguatan organisasi siswa di lingkungan sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan siswa yang memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, serta mampu memberikan kontribusi positif baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” katanya.
Pelatihan diikuti seluruh siswa kelas XI, pembina organisasi siswa, serta dewan guru. Dari 50 peserta yang mengikuti kegiatan, sebanyak 18 peserta dinilai aktif selama pelatihan dan mendapatkan apresiasi khusus dari Kabid SDM dan Manajemen Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh.
Penghargaan tersebut direncanakan akan diserahkan pada momentum apel sekolah sebagai bentuk motivasi agar para siswa terus aktif mengembangkan potensi diri.
Melalui kegiatan tersebut, Dayah Terpadu Inshafuddin berharap dapat terus mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.(*)













