BANDA ACEH – PT Bank Aceh Syariah terus memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis bersama PT PosSaku Mitra Usaha guna memperkuat ekosistem digital UMKM melalui integrasi layanan keuangan dan teknologi Point of Sale (POS).
Kolaborasi yang diumumkan pada 18 Mei 2026 itu menjadi langkah konkret dalam menghadirkan sistem usaha yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi bagi para pelaku UMKM di Aceh, sekaligus mendukung peningkatan daya saing usaha di era ekonomi digital.
Melalui kerja sama tersebut, merchant atau mitra usaha Bank Aceh Syariah akan memperoleh akses ke aplikasi POS milik PosSaku yang telah terintegrasi langsung dengan sistem pembayaran QRIS Bank Aceh.
Integrasi layanan tersebut memungkinkan pelaku usaha tidak hanya menerima transaksi pembayaran digital secara lebih mudah dan cepat, tetapi juga mengelola berbagai kebutuhan operasional bisnis dalam satu platform, mulai dari pencatatan transaksi, pengelolaan inventaris, hingga penyusunan laporan usaha.
Langkah ini diharapkan dapat membantu UMKM keluar dari pola pengelolaan usaha yang masih dilakukan secara manual, yang selama ini kerap menjadi tantangan dalam meningkatkan efisiensi dan pengembangan bisnis.
Selain integrasi sistem pembayaran dan pencatatan usaha, kerja sama Bank Aceh Syariah dan PosSaku juga mencakup program pemasaran bersama atau cross marketing, edukasi merchant, hingga penyediaan skema harga khusus bagi pelaku usaha yang tergabung dalam ekosistem Bank Aceh.
Tidak hanya itu, proses pendaftaran atau onboarding merchant juga dirancang lebih cepat dan praktis dengan target verifikasi serta aktivasi layanan maksimal tiga hari kerja.
Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, Hendra Supardi, mengatakan bahwa perkembangan zaman menuntut UMKM untuk lebih adaptif terhadap teknologi agar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
“UMKM hari ini tidak cukup hanya berjalan, tetapi juga harus mampu berlari mengikuti perkembangan zaman. Kolaborasi ini kami hadirkan agar pelaku usaha di Aceh bisa lebih mudah beradaptasi dengan sistem digital tanpa harus memulai semuanya dari nol,” ujar Hendra.
Menurutnya, digitalisasi bukan lagi menjadi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan utama bagi pelaku usaha agar dapat meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta memperkuat tata kelola bisnis.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Produk dan Ekosistem PosSaku, Muharrir Hasbi, menyebut kerja sama tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas dampak digitalisasi UMKM di Aceh.
Ia menilai integrasi antara sistem pembayaran digital dan pencatatan usaha akan memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM untuk fokus mengembangkan bisnis tanpa terbebani persoalan administrasi yang rumit.
“Kami percaya ketika sistem pembayaran dan pencatatan usaha sudah terintegrasi, pelaku UMKM bisa lebih fokus pada hal yang paling penting, yaitu mengembangkan bisnis mereka. Sisanya, biar sistem yang membantu bekerja,” kata Muharrir.
Melalui sinergi tersebut, Bank Aceh Syariah dan PosSaku menargetkan terciptanya ekosistem UMKM yang lebih tertib administrasi, transparan, dan berbasis data.
Pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran utama juga diyakini mampu mendorong peningkatan inklusi keuangan di Aceh, khususnya bagi pelaku usaha yang selama ini belum sepenuhnya memanfaatkan layanan keuangan digital.
Ke depan, kedua perusahaan juga membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas, termasuk inovasi layanan digital baru serta program pendampingan berkelanjutan bagi UMKM.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah nyata dalam mempercepat transformasi digital di Aceh, sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah yang mampu tumbuh lebih modern, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan.(*)













