JAKARTA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Aceh di tingkat nasional. Dua peserta asal Provinsi Aceh, Hendra Saputra dan Imam Alif Alfarabi, berhasil meraih predikat peserta terbaik dalam Pelatihan Senam Discorobic Tingkat Nasional yang berlangsung di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Keduanya merupakan bagian dari Tim Happy Role Management SBG yang mewakili Aceh dalam kegiatan berskala nasional tersebut.
Pelatihan Senam Discorobic Tingkat Nasional itu diikuti sebanyak 181 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Pada penutupan kegiatan, panitia secara resmi mengumumkan nama-nama peserta terbaik berdasarkan penilaian selama pelatihan berlangsung.
Official sekaligus pendamping peserta Aceh, Pirak Sibayak Ketaren, mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas capaian yang diraih dua peserta asal Aceh tersebut.
Menurutnya, keberhasilan Hendra Saputra dan Imam Alif Alfarabi menjadi bukti bahwa putra-putri Aceh mampu bersaing dan menunjukkan kualitas terbaik di tingkat nasional.
“Syukur Alhamdulillah, dua peserta Aceh berhasil meraih predikat peserta terbaik tingkat nasional. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Aceh,” ujar Pirak Sibayak Ketaren.
Ia menjelaskan, keikutsertaan peserta Aceh dalam pelatihan tersebut mendapat dukungan dan fasilitasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Aceh, serta Happy Role Management.
“Dua orang dari Aceh, Hendra Saputra dan Imam Alif Alfarabi yang difasilitasi oleh Dispora Aceh, KORMI Aceh, dan Happy Role Management berhasil mengukir nama Aceh pada pelatihan senam berskala nasional ini,” katanya.
Pirak mengaku terharu atas pencapaian tersebut karena dinilai menjadi langkah penting dalam melahirkan generasi penerus instruktur dan pelatih senam di Aceh.
Menurutnya, keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa pembinaan olahraga rekreasi dan kebugaran di Aceh terus berkembang dan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif.
“Kami sangat bangga dan terharu. Ini menjadi awal yang baik untuk menciptakan generasi penerus pelatih dan instruktur senam di Aceh,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Aceh yang telah memberikan doa dan dukungan kepada para peserta selama mengikuti pelatihan di Jakarta.
Lebih lanjut, Pirak mengungkapkan pihaknya berencana menggelar pelatihan serupa di tingkat Provinsi Aceh sebagai upaya memperluas sosialisasi senam discorobic kepada masyarakat.
Menurutnya, senam discorobic memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kebugaran dan kesehatan masyarakat, terutama dalam mendukung terciptanya generasi sehat menuju Indonesia Bugar 2045.
“Kami merencanakan pelatihan tingkat Provinsi Aceh agar senam ini dapat segera disosialisasikan kepada masyarakat luas. Harapannya dapat mendorong masyarakat hidup lebih sehat dan bugar menuju Indonesia Sehat dan Bugar 2045,” pungkasnya.
Keberhasilan dua peserta Aceh tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dan aktif dalam kegiatan olahraga rekreasi maupun kebugaran di tingkat daerah maupun nasional.(*)













