BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menggelar ajang Seleksi Seni Mahasiswa (SELEKSIMI) tahun 2026 sebagai wadah pengembangan bakat dan kreativitas mahasiswa di bidang seni. Kegiatan ini resmi dibuka di Aula FKIP USK, Selasa (21/4/2026), dalam suasana khidmat dan penuh semangat kompetisi.
SELEKSIMI menjadi tahap awal bagi mahasiswa USK untuk menapaki kompetisi seni yang lebih tinggi, mulai dari tingkat daerah hingga nasional bahkan internasional. Ajang ini juga menjadi sarana strategis dalam menjaring talenta terbaik yang akan mewakili USK di berbagai event bergengsi.
Ketua Panitia SELEKSIMI USK, Samsuri, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan sempat mengalami penundaan dari jadwal semula yang direncanakan bersamaan dengan Heart Fest, akibat bencana alam yang melanda Aceh beberapa waktu lalu. Namun, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme peserta.
“Para peserta telah melalui proses seleksi yang cukup panjang sejak Oktober tahun lalu. Hingga penutupan pendaftaran pada 10 April 2026, tercatat sebanyak 150 peserta siap berkompetisi dalam 14 cabang lomba,” ujar Samsuri.
Adapun cabang yang diperlombakan meliputi berbagai bidang seni, seperti menyanyi pop, keroncong, baca puisi, seni lukis, monolog, tari, hingga desain poster. Pada hari pertama pelaksanaan, kompetisi langsung dimulai dengan lomba menyanyi pop yang diikuti oleh 12 peserta putra dan 12 peserta putri.
Untuk menjamin kualitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri yang berasal dari kalangan dosen serta praktisi seni profesional yang telah memiliki sertifikasi nasional di bidangnya.
Samsuri menambahkan, SELEKSIMI tahun ini memiliki peran penting karena para juara akan dipersiapkan untuk mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) tingkat Provinsi Aceh. Selanjutnya, perwakilan terbaik akan melaju ke Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) yang dijadwalkan berlangsung di Jambi, hingga ajang internasional IMT-GT di Padang.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., yang membuka kegiatan secara resmi, memberikan apresiasi atas semangat dan dedikasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi seni di tengah berbagai keterbatasan.
Ia menegaskan bahwa meskipun tahun ini USK melakukan efisiensi anggaran, hal tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk terus berprestasi.
“Penyesuaian anggaran bukanlah hambatan, melainkan tantangan yang harus kita jadikan sebagai motivasi untuk terus berkembang. Kami tetap berkomitmen memfasilitasi mahasiswa berprestasi untuk tampil di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Prof. Mustanir.
Ia juga memastikan bahwa proses penilaian dalam SELEKSIMI dilakukan secara objektif dan transparan.
“Saya menjamin dewan juri akan memberikan penilaian secara fair. Tahun lalu, prestasi mahasiswa USK meningkat signifikan dari sekitar 400 menjadi 545 capaian. Tahun ini kita harus mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi tersebut, termasuk menjaga tradisi juara umum di Peksimida,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Mustanir mengingatkan pentingnya keseimbangan antara bakat dan karakter dalam meraih prestasi.
“Bakat tanpa disiplin tidak akan menghasilkan capaian maksimal. Tampilkan yang terbaik dan bawalah nama baik USK serta Aceh dengan penuh tanggung jawab,” pesannya.
Melalui SELEKSIMI 2026, USK berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan seni dan budaya, serta mampu bersaing di kancah nasional dan internasional.(*)













