HeadlineNasional

Solusi Bangun Indonesia Bukukan Laba Rp659 Miliar di Tengah Tekanan Industri Semen

×

Solusi Bangun Indonesia Bukukan Laba Rp659 Miliar di Tengah Tekanan Industri Semen

Share this article
Tampak dari udara kawasan fasilitas produksi dan pelabuhan milik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, di Kawasan Lhoknga Aceh Besar. Foto: (Humas PT SBI).

Jakarta — PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mencatatkan kinerja positif di tengah tekanan industri semen nasional sepanjang tahun 2025. Perseroan berhasil membukukan laba periode berjalan sebesar Rp659 miliar, menunjukkan ketahanan bisnis di tengah perlambatan pasar dan persaingan yang semakin ketat.

Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI), volume produksi semen nasional pada 2025 mengalami penurunan sekitar 4,5 persen, dari 67,8 juta ton menjadi 64,7 juta ton. Penjualan semen domestik juga tercatat turun sekitar 1,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain melemahnya daya beli masyarakat, tingginya curah hujan yang berdampak pada tertundanya aktivitas konstruksi, serta perlambatan sejumlah proyek infrastruktur. Selain itu, industri semen nasional juga masih dihadapkan pada tantangan kelebihan kapasitas produksi yang membuat persaingan pasar semakin ketat.

Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perseroan untuk melakukan transformasi bisnis dalam menghadapi tekanan industri.

“Melalui sinergi bersama SIG sebagai induk usaha, kami fokus memperkuat resilensi perusahaan dengan menjalankan strategi transformasi yang menyeluruh,” ujar Rizki Kresno dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).

Sebagai bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), Solusi Bangun Indonesia mengimplementasikan strategi yang berfokus pada peningkatan operational excellence, penguatan pengelolaan pemasaran dan penjualan, serta efisiensi biaya di berbagai lini usaha.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan capaian volume penjualan semen dan terak sebesar 12,1 juta ton. Sementara itu, pendapatan perseroan tercatat mencapai Rp10,7 triliun, dengan beban pokok pendapatan sebesar Rp8,32 triliun dan EBITDA mencapai Rp1,87 triliun.

Rizki menjelaskan, pada aspek operasional, perseroan meningkatkan efisiensi produksi melalui optimalisasi penggunaan energi dan bahan bakar alternatif. Di sisi pemasaran, fokus diarahkan pada penguatan merek dan distribusi, terutama di wilayah dengan potensi marjin tinggi.

Selain itu, program efisiensi biaya yang dijalankan secara disiplin turut memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan. Perseroan berhasil menurunkan beban keuangan hingga 34,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penguatan struktur permodalan serta percepatan pembayaran pinjaman menjadi kunci dalam menjaga kesehatan neraca dan likuiditas perusahaan,” jelasnya.

Ke depan, Solusi Bangun Indonesia optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan melalui berbagai inisiatif strategis dan inovasi bisnis. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur, melalui kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation.

Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas ekspor antara 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun, dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.

Tak hanya fokus pada ekspor, kerja sama strategis dengan mitra global tersebut juga mencakup pengembangan lini bisnis soil stabilization (stabilisasi tanah). Inisiatif ini diharapkan dapat menjawab tantangan di sektor konstruksi sekaligus membuka peluang pasar baru bagi perseroan.

Dengan strategi transformasi yang konsisten dan sinergi yang kuat bersama induk usaha, Solusi Bangun Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh dan beradaptasi di tengah dinamika industri semen yang semakin kompetitif.(*)