HeadlineNasional

Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 Dibuka Fungsional Dukung Mudik Lebaran 2026

×

Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 Dibuka Fungsional Dukung Mudik Lebaran 2026

Share this article
Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Padang Tiji pada ruas Jalan Tol Sigli–Banda Aceh. PT Hutama Karya (Persero) membuka secara fungsional Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Provinsi Aceh. Foto: (Humas PT Hutama Karya).

Banda Aceh – PT Hutama Karya (Persero) membuka secara fungsional Jalan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Provinsi Aceh.

Ruas Tol Sigli–Banda Aceh yang memiliki panjang total 74,2 kilometer tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas serta mempercepat mobilitas masyarakat di Aceh.

Saat ini, ruas tol yang telah beroperasi meliputi Seksi 2 hingga Seksi 6 dengan total panjang sekitar 49 kilometer. Rinciannya yakni Seksi 2 (Seulimeum–Jantho) sepanjang 6 km, Seksi 3 (Jantho–Indrapuri) sepanjang 16 km, Seksi 4 (Indrapuri–Blang Bintang) sepanjang 14 km, Seksi 5 (Blang Bintang–Kuto Baro) sepanjang 8 km, dan Seksi 6 (Kuto Baro–Baitussalam) sepanjang 5 km.

Sementara itu, ruas yang dibuka secara fungsional adalah Seksi 1 dari IC Padang Tiji hingga Seulimeum sepanjang 23,955 kilometer. Jalur fungsional ini dibuka untuk dua jalur kendaraan (jalur A dan B) dengan dua arah lalu lintas, yakni Padang Tiji–Seulimeum dan sebaliknya.

Plh. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Hamdani, mengatakan pembukaan jalur fungsional tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

“Pembukaan fungsional Jalan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada periode Lebaran sekaligus memastikan distribusi logistik dapat berjalan lebih cepat dan efisien,” ujar Hamdani, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, jalur tersebut sebelumnya telah dibuka secara fungsional sejak 7 Desember 2025 untuk mendukung akses bantuan serta mobilitas masyarakat saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hingga saat ini jalur tersebut juga dimanfaatkan untuk menunjang distribusi logistik, termasuk dalam penanganan bencana di wilayah Aceh.

Secara operasional, Seksi 2 hingga Seksi 6 tetap beroperasi secara bertarif. Sementara jalur fungsional Seksi 1 terintegrasi melalui Interchange Seulimeum, sehingga pengguna jalan yang melanjutkan perjalanan menuju Padang Tiji maupun sebaliknya tetap melakukan transaksi di Gerbang Tol Padang Tiji.

Sebagai bagian dari persiapan menuju pengoperasian penuh, pada Seksi 1 juga telah dilakukan Pra Uji Laik Fungsi (Pra-ULF) guna memastikan seluruh aspek teknis dan keselamatan memenuhi standar yang ditetapkan.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, Hutama Karya telah menyiapkan berbagai perlengkapan keselamatan seperti rambu lalu lintas, marka jalan, delineator, serta kendaraan operasional di lapangan.

Sejumlah kendaraan siaga yang disiapkan antara lain ambulans, derek 10 ton, derek towing, derek 25 ton, kendaraan rescue, kendaraan patroli, serta kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR) beserta personel yang bertugas.

Dengan terintegrasinya seluruh ruas yang telah beroperasi dan jalur fungsional ini, waktu tempuh dari Sigli menuju Banda Aceh dapat dipersingkat dari sekitar satu jam melalui jalan nasional menjadi sekitar 30 menit melalui jalan tol.

Ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga batas kecepatan, serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

“Dibukanya jalur fungsional ini diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas di jalan nasional serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh dalam meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah,” tutup Hamdani.(*)