Banda Aceh – Dayah Terpadu Inshafuddin menggelar Silaturahmi dan Serah Terima Santri Tahun Ajaran 2026/2027 dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan di Musala Az Zamzami, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum awal terjalinnya sinergi antara pihak dayah dan para wali santri dalam mengemban amanah pendidikan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Acara dihadiri oleh Pimpinan Dayah Terpadu Inshafuddin, Wakil Pimpinan Dayah, Ketua Komite Dayah, dewan guru, para pengurus yayasan, wali santri, serta seluruh santri baru yang akan memulai pendidikan di dayah tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Muhammad Syarif, S.H.I., M.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada Dayah Terpadu Inshafuddin.
Menurutnya, pendidikan di dayah bukan sekadar membekali santri dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan akhlak mulia, kedisiplinan, serta memperkuat nilai-nilai keislaman sebagai bekal menghadapi kehidupan.
“Kami mengharapkan dukungan dan kerja sama dari seluruh wali santri. Pendidikan akan berjalan optimal apabila terjalin komunikasi yang baik antara orang tua, komite dayah, dewan guru, pengelola yayasan, dan pimpinan dayah. Dengan kebersamaan, insya Allah kita mampu melahirkan generasi yang saleh, cerdas, dan berintegritas,” ujarnya.
Prosesi serah terima santri menjadi momen paling sakral dalam kegiatan tersebut. Para wali santri secara simbolis menyerahkan amanah pendidikan putra-putri mereka kepada pihak dayah yang diterima langsung oleh Pimpinan Dayah Terpadu Inshafuddin, Drs. Tgk. H. M. Daud Hasbi, M.Ag., yang akrab disapa Abi Daud Hasbi.
Dalam sambutannya, ulama kharismatik Aceh itu menegaskan komitmen Dayah Terpadu Inshafuddin untuk membimbing setiap santri agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
“Amanah yang dipercayakan oleh para orang tua akan kami jaga dengan sebaik-baiknya. Insya Allah kami akan membimbing para santri agar menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” ujar Abi Daud Hasbi.
Ia juga mengajak para wali santri untuk terus membangun komunikasi dan kepercayaan dengan pihak dayah sehingga proses pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi media pengenalan lingkungan Dayah Terpadu Inshafuddin kepada para santri dan orang tua. Pihak dayah memaparkan sistem pendidikan, program pembinaan, tata tertib, kehidupan di asrama, hingga memperkenalkan para ustaz, ustazah, serta wali asrama yang akan mendampingi santri selama menempuh pendidikan.
Sebagai bagian dari tradisi masyarakat Aceh, acara turut dirangkai dengan prosesi peusijuek terhadap para santri sebagai simbol doa dan harapan agar mereka memperoleh keberkahan, keselamatan, kesehatan, serta kemudahan dalam menuntut ilmu.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk memohon ridha Allah SWT agar seluruh santri diberikan kekuatan, ketekunan, dan keberkahan selama menjalani pendidikan di Dayah Terpadu Inshafuddin.
Suasana haru dan penuh rasa syukur mewarnai seluruh rangkaian acara, menandai dimulainya perjalanan para santri dalam menimba ilmu agama sekaligus membentuk karakter sebagai generasi Islam yang unggul dan berakhlakul karimah.(*)












