EkonomiHeadline

Penjualan Otomotif Sumbagut Turun, Daihatsu Masih Kokoh di Peringkat Dua

×

Penjualan Otomotif Sumbagut Turun, Daihatsu Masih Kokoh di Peringkat Dua

Share this article
Kepala Cabang PT Capella Medan–Banda Aceh, Zuli Efrizal, saat menyampikan materi dalam kegiatan Media Gathering DAIFIT 2026 yang digelar di Banda Aceh, Jumat (6/3/2026). Foto: (Sadhali/Suara Aceh).

BANDA ACEH – Kondisi pasar otomotif di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pada tahun 2025 mengalami penurunan cukup signifikan. Meski demikian, Daihatsu masih mampu mempertahankan posisinya sebagai merek kendaraan dengan penjualan terbesar kedua di kawasan tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Cabang PT Capella Medan–Banda Aceh, Zuli Efrizal, dalam kegiatan Media Gathering DAIFIT 2026 yang dirangkai dengan buka puasa bersama insan pers di Banda Aceh, Jumat (6/3/2026).

Menurut Zuli, perlambatan pasar otomotif terjadi hampir pada seluruh merek kendaraan di wilayah Sumbagut yang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau.

“Memang kondisi market saat ini sedang tidak biasa-biasa saja. Hampir semua merek mengalami penurunan penjualan, termasuk Daihatsu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan pasar otomotif di wilayah Sumbagut mengalami penurunan sekitar 24 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, penurunan penjualan Daihatsu tercatat tidak sebesar penurunan pasar secara keseluruhan.

Jika pasar secara umum turun sekitar 24 persen, maka penjualan Daihatsu di wilayah tersebut hanya mengalami penurunan sekitar 19,72 persen.

“Walaupun market turun cukup signifikan, penurunan Daihatsu masih lebih kecil dibandingkan penurunan market secara keseluruhan. Alhamdulillah kami masih bisa mempertahankan posisi nomor dua di wilayah Sumatera Bagian Utara,” kata Zuli.

Sementara itu, khusus di wilayah Aceh, penurunan pasar otomotif secara keseluruhan tercatat sekitar 20 persen, sedangkan penjualan Daihatsu mengalami penurunan sekitar 18,58 persen.
Meski terjadi penurunan, posisi Daihatsu sebagai salah satu merek kendaraan terlaris di kawasan tersebut masih mampu dipertahankan dalam dua tahun terakhir, meskipun persaingan dari sejumlah merek lain terus meningkat.

“Kami tetap bertahan di posisi nomor dua, meskipun persaingan dari merek lain seperti Mitsubishi dan lainnya semakin ketat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Daihatsu juga memperkenalkan program DAIFIT (Daihatsu Idul Fitri) 2026 yang berlangsung mulai 1 Februari hingga 30 April 2026.
Melalui program ini, setiap konsumen yang membeli kendaraan Daihatsu di seluruh jaringan dealer berkesempatan mengikuti undian hadiah perjalanan umroh.

Zuli menyebutkan, program ini telah berjalan selama empat periode sebagai bentuk komitmen Daihatsu dalam memberikan apresiasi kepada pelanggan.

“Selama empat tahun terakhir sudah ada 27 konsumen yang diberangkatkan umroh, dan tahun ini akan ditambah 9 pemenang lagi, sehingga totalnya nanti menjadi 36 orang,” ujarnya.

Selain hadiah utama berupa perjalanan umroh, Daihatsu juga menyiapkan hadiah pengganti yang setara apabila pemenang berhalangan untuk berangkat.

Tidak hanya menghadirkan program penjualan, Daihatsu juga meningkatkan layanan purna jual kepada pelanggan, khususnya menjelang libur Lebaran.
Melalui jaringan bengkel resmi, Daihatsu menyediakan layanan pemeriksaan kendaraan guna memastikan mobil pelanggan dalam kondisi prima sebelum digunakan untuk perjalanan mudik.

“Kami ingin memastikan kendaraan pelanggan siap digunakan untuk perjalanan Lebaran. Karena itu kami juga menyiapkan layanan servis dan pengecekan kendaraan bagi pelanggan,” pungkas Zuli.(*)