BANDA ACEH – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Kota Banda Aceh untuk meningkatkan kualitas ibadah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dalam rangka menjaga kekhusyukan dan ketertiban selama bulan penuh berkah ini, Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan pengawasan oleh Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh.
Ismawardi menegaskan bahwa pengawasan yang optimal selama Ramadan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan suasana kota tetap kondusif, religius, dan selaras dengan penerapan syariat Islam yang berlaku di Aceh. Menurutnya, peran Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) sangat strategis dalam melakukan pembinaan, pencegahan, serta penindakan terhadap berbagai potensi pelanggaran yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.
“Ramadan adalah bulan yang sangat mulia. Sudah sepatutnya kita menjaga kesuciannya dengan menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Saya mengapresiasi kinerja Satpol PP dan WH yang selama ini sudah berjalan dengan baik, namun di bulan suci ini pengawasan perlu semakin diperkuat,” ujar Ismawardi, Sabtu (21/2/2026).
Ia menilai, peningkatan aktivitas masyarakat pada malam hari, terutama menjelang dan setelah pelaksanaan ibadah tarawih, tadarus, serta kegiatan keagamaan lainnya, membutuhkan kehadiran aparat untuk memastikan situasi tetap terkendali. Patroli rutin, pendekatan persuasif, serta pembinaan kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya pelanggaran syariat Islam.
Selain itu, Ismawardi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat dan seluruh elemen masyarakat, termasuk perangkat gampong. Menurutnya, perangkat gampong memiliki peran vital sebagai ujung tombak pembinaan di tingkat lingkungan. Dengan koordinasi yang baik, berbagai potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini.
“Perangkat gampong adalah pihak yang paling dekat dengan warga. Mereka memahami kondisi sosial di wilayah masing-masing. Karena itu, saya mengajak seluruh keuchik, tuha peut, dan aparatur gampong untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap kondusif selama Ramadan,” katanya.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak dan remaja, khususnya pada malam hari. Pengawasan keluarga menjadi benteng utama dalam membentuk karakter dan menjaga generasi muda dari perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai syariat.
Lebih lanjut, Ismawardi menyampaikan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus diperkuat. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk meningkatkan disiplin, empati, dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Dengan pengawasan yang efektif serta kesadaran kolektif masyarakat, diharapkan angka pelanggaran syariat Islam di Banda Aceh dapat ditekan secara signifikan.
Dukungan legislatif terhadap penguatan pengawasan ini juga menjadi bentuk komitmen DPRK dalam memastikan kebijakan dan implementasi qanun berjalan secara konsisten. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan semata-mata penindakan, tetapi lebih kepada upaya menjaga marwah daerah sebagai Serambi Mekkah.
“Kita ingin Banda Aceh tetap menjadi contoh dalam penerapan syariat Islam yang humanis, edukatif, dan berkeadilan. Pengawasan harus dilakukan dengan pendekatan yang santun dan profesional, sehingga masyarakat merasa dibina, bukan semata-mata diawasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ismawardi juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Ramadan dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Ia berharap bulan suci ini menjadi momentum memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui berbagai kegiatan positif.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat penegak qanun, perangkat gampong, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan suasana Ramadan 1447 H di Kota Banda Aceh berlangsung aman, tertib, dan penuh keberkahan.
Sebagai ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, penguatan pengawasan selama Ramadan bukan hanya menjadi tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat.
Ismawardi pun berharap, dengan komitmen dan kebersamaan yang terbangun, Banda Aceh dapat terus mempertahankan citranya sebagai kota yang religius, damai, dan bermartabat sepanjang bulan suci hingga seterusnya.(*)













