Aceh Tamiang — Wakapolda Aceh, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, meninjau langsung progres pembangunan hunian tetap (huntap) yang dibangun Polri untuk korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (12/2/2026).
Peninjauan berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB di lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN IV Regional 6 Afdeling I Kebun Simpang Kanan, Dusun Kelapa Sari, Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan target waktu, sehingga hunian dapat segera ditempati masyarakat terdampak.
“Wakapolda Aceh ingin memastikan progres pembangunan huntap berjalan lancar dan sesuai perencanaan, agar dapat segera dimanfaatkan oleh warga yang terdampak bencana hidrometeorologi,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, Wakapolda didampingi sejumlah pejabat utama Polda Aceh serta jajaran Polres Aceh Tamiang, antara lain Dir Pam Obvit Polda Aceh Kombes Pol. Aries Setyo Budi, Wadir Binmas Polda Aceh AKBP Dhani Catra Nugraha, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi, Kabag Log Polres Aceh Tamiang Kompol Simson, serta Danki Brimob Kompi II Batalyon Pelopor AKP Muhammad Rizaldi.
Turut hadir Kasubbag Faskon Bag Log Polres Aceh Tamiang AKP Zulhamdan, Spripim Wakapolda Aceh IPTU Win Guntur Siswandi, personel Polsek Kejuruan Muda dan Brimob Kompi II Batalyon Pelopor, penanggung jawab CV Rumah Panel Bangun Mandiri Kusnanto, serta tokoh masyarakat Desa Simpang Kanan.
Selain meninjau progres fisik bangunan, rombongan juga berdialog dengan pihak pelaksana dan masyarakat setempat guna memastikan tidak ada kendala berarti selama proses pembangunan berlangsung.
Kehadiran Wakapolda Aceh bersama rombongan menjadi wujud komitmen Polri dalam mendukung percepatan pemulihan pascabencana. Langkah tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pihak perusahaan, dan masyarakat dalam menyediakan hunian layak bagi warga terdampak.
Diharapkan, pembangunan huntap dapat segera rampung sehingga masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana bisa kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman.(*)













