Banda Aceh – Satuan Karya (Satkar) Ulama Indonesia Provinsi Aceh mengadakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Satkar Ulama Kabupaten/Kota se-Aceh pada Jumat (12/12), di Hotel Diana Kuta Alam, Banda Aceh.
Ketua Satkar Ulama Indonesia (SUI) Aceh, Dr Bustami Usman, dalam sambutannya mengatakan bahwa Satkar Ulama Indonesia telah lahir sejak 55 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1970. Pendiri Satkar Ulama Indonesia adalah H M Soeharto, mantan Presiden RI yang berkuasa selama 32 tahun.
Mantan Kepala Kesbangpol Aceh dan Kepala Badan Dayah Aceh ini menambahkan, Satkar Ulama Indonesia merupakan salah satu ormas yang didirikan oleh Partai Golkar, yang berarti harus tunduk dan patuh terhadap seluruh kebijakan partai yang berlambang pohon beringin tersebut.
“Satkar Ulama Indonesia adalah salah satu ormas yang didirikan Partai Golkar, berarti seluruh pengurus dan kader Satkar Ulama wajib patuh dan tunduk terhadap aturan dan kebijakan partai, meskipun kita juga boleh mengkritik dan memberi saran apabila ada kebijakan yang melenceng,” terang mantan Ketua AMPI Pidie tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua MKGR Aceh ini juga mengungkapkan rasa prihatin dan duka cita yang mendalam atas musibah banjir dan tanah longsor yang menimpa Serambi Mekkah dalam beberapa minggu terakhir ini.
“Seyogyanya acara Diklat Kader SUI ini kita adakan lebih meriah lagi dengan hadirnya Ketum SUI Bapak Dr. Idris Laena, namun berhubung kita sedang mengalami musibah banjir dan tanah longsor, maka acara ini kita langsungkan dengan sederhana namun penuh makna,” terang mantan Ketua Komite SMAN 10 Fajar Harapan tersebut.
Hadir dalam acara Diklat Kader
Satkar Ulama tersebut para pengurus SUI Aceh, pengurus SUI Kabupaten/Kota se-Aceh, Hasta Karya Golkar Aceh yang terdiri dari tiga ormas pendiri Partai Golkar yaitu SOKSI, MKGR, dan Kosgoro, ormas yang didirikan Partai Golkar yaitu Satkar Ulama Indonesia Provinsi Aceh, Majelis Dakwah Indonesia (MDI), Al Hidayah, Himpunan Wanita Karya (HWK), dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) serta sayap Partai Golkar yaitu AMPG dan KPPG.
Sementara itu, Ketua Partai Golkar Aceh terpilih, H. M. Salim Fakhri, yang diwakili Wakil Ketua Partai Golkar Aceh, H Jamaludin Jamil, mengatakan bahwa Partai Golkar merupakan partai yang sudah cukup senior dalam perpolitikan Indonesia.
Hal itu terbukti bahwa Partai Golkar merupakan satu-satunya partai yang memiliki 10 ormas yang terdiri dari tiga ormas pendiri Partai Golkar, lima ormas yang didirikan oleh partai, dan dua ormas sayap yang disebut Hasta Karya.
“Dengan adanya Hasta Karya tersebut, maka sudah sepantasnya Partai Golkar terus menjadi pemenang dalam setiap konstelasi politik Indonesia, termasuk Aceh,” terang mantan Ketua KNPI Aceh tersebut.
Mantan Ketua INKINDO Aceh ini menambahkan, Satkar Ulama Aceh dan Satkar Ulama Kabupaten/Kota se-Aceh harus berperan aktif dalam menggerakkan organisasi menuju kebesaran Partai Golkar.
“Apabila ada kesempatan nanti, apakah Pileg atau Pilkada, kader SUI harus ikut menjadi calon, sehingga lahir anggota DPRK, DPRA, atau DPR RI dari para kader Ulama Golkar,” tegas Ketua Kosgoro Aceh tersebut.
Sementara itu, Ketua Panitia acara, Imam Akbar Muttaqien, mengatakan acara Diklat Kader Satkar Ulama Indonesia (SUI) Aceh berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat sampai Minggu (12–14/12), bertempat di Hotel Diana Banda Aceh.
Imam Akbar yang juga Wakil Ketua SUI Aceh menambahkan bahwa selain Diklat Kader, SUI Aceh juga mengukuhkan SUI Kabupaten/Kota se-Aceh.
“Selain acara Diklat Kader yang berlangsung selama tiga hari mulai Jumat sampai Minggu, SUI Aceh juga mengukuhkan SUI Kabupaten/Kota se-Aceh,” terang putra dari Ketua SUI Aceh, Dr Bustami Usman tersebut.













