Sabang – Sabang bukan hanya dikenal sebagai kota wisata bahari yang memesona, tetapi juga sebagai kota penuh sejarah yang menyimpan ratusan peninggalan masa lampau. Tak heran jika Sabang mendapat julukan “Kota Seribu Benteng”, karena hampir di setiap sudut pulaunya terdapat bangunan pertahanan peninggalan berbagai era, termasuk dari masa pendudukan Jepang. Salah satu yang paling terkenal dan menjadi favorit wisatawan adalah Benteng Anoi Itam.
Terletak di Desa Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya, benteng ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah pulau terbarat Indonesia. Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, kawasan ini juga menawarkan panorama alam yang luar biasa perpaduan tebing, laut biru, dan suasana hening khas pesisir.
Benteng Anoi Itam berlokasi sekitar 20 menit dari pusat Kota Sabang, atau kurang lebih 25 kilometer perjalanan darat. Meski tidak sebesar benteng-benteng kolonial pada umumnya, bangunan peninggalan Jepang ini menyimpan pesona tersendiri.
Dibangun sebagai bagian dari strategi pertahanan Jepang pada masa Perang Dunia II, benteng ini memiliki lorong-lorong sempit dan ruang pengintai yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Dari titik inilah tentara Jepang memantau aktivitas laut dan menjaga wilayah strategis Aceh.
Kini, setelah puluhan tahun berlalu, benteng tersebut berubah menjadi destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi pelajar, pecinta sejarah, hingga wisatawan mancanegara yang ingin melihat jejak Jepang di Nusantara.
Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Sabang, Irwan Mahdi, M.Tour, menyebutkan bahwa Benteng Anoi Itam merupakan lokasi yang sangat unik karena menggabungkan dua daya tarik sekaligus: sejarah dan keindahan alam.
“Benteng merupakan lokasi wisata unik di Kota Sabang yang menawarkan keindahan alam dan situs bersejarah. Agar Sabang ini tetap maju, tentunya membutuhkan peran dari masyarakat Sabang khususnya pokdarwis,” ujar Irwan Mahdi, Minggu (13/09/2025).
Ia menambahkan bahwa Sabang saat ini sudah menjadi kota wisata unggulan, sehingga diperlukan kerja sama lintas komunitas dan pemerintah untuk tetap menjaga kualitas destinasi.
“Tantangannya itu ada di kita. Kita sudah berada di puncak, jadi jangan sampai turun lagi. Kita membutuhkan ide dan teamwork yang profesional. Ketika kualitas dan fasilitas ditambah maka wisatawan pasti akan betah berlama-lama di Sabang,” tambahnya.
Pesan Irwan ini menjadi penegasan bahwa destinasi seperti Benteng Anoi Itam memiliki potensi besar untuk terus berkembang jika dikelola dengan baik dan melibatkan masyarakat sekitar.
Ketua Pokdarwis Gampong Anoi Itam, Suhaimi, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki komitmen kuat untuk menjadikan benteng ini sebagai destinasi unggulan di Sabang.
Sesuai dengan moto Pokdarwis, yaitu “Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Sekitar”, pengembangan wisata benteng diarahkan untuk memberi manfaat langsung kepada warga lokal.
Beberapa program yang sedang dan akan dijalankan antara lain:
1. Wisata edukasi untuk pelajar
Benteng akan dijadikan sebagai sarana pembelajaran sejarah, baik bagi pelajar Sabang maupun daerah lain. Dengan adanya program kunjungan edukatif, anak-anak dapat mengenal sejarah lokal secara langsung di lapangan.
2. Spot foto kreatif dan instagramable
Pokdarwis sedang mengembangkan berbagai photo spot seperti instalasi perahu, sudut tematik bertema perang, hingga titik foto berlatar laut biru.
3. Sentra souvenir dan oleh-oleh lokal
Disediakan area khusus bagi UMKM untuk menjual produk khas Sabang seperti kopi, kaos, kerajinan batu, gelang kayu, dan miniatur benteng.
4. Pengembangan jalur interpretasi sejarah
Wisatawan akan diarahkan melalui jalur khusus dengan informasi sejarah yang lebih lengkap, sehingga pengalaman mereka lebih mendalam dan informatif.
“Kami akan melakukan berbagai upaya, seperti membuka wisata benteng sebagai wisata edukasi bagi pelajar, membuat spot foto menggunakan perahu, serta menyediakan tempat penjualan souvenir dan oleh-oleh khas Sabang,” jelas Suhaimi.
Dengan pengelolaan yang berorientasi masyarakat, Benteng Anoi Itam tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga sumber ekonomi baru bagi warga setempat.
Selain nilai sejarahnya, Benteng Anoi Itam memiliki daya tarik lain yang tidak kalah memukau: pemandangan alam dari atas tebing.
Dari spot ini, wisatawan dapat menikmati:
1. Laut biru yang luas hingga ke horizon
2. Tebing-tebing karst yang kokoh
3. Hempasan angin laut yang sejuk
4. Suasana tenang tanpa polusi suara
5. Pemandangan kapal yang melintas di kejauhan
Banyak wisatawan memilih duduk bersantai di sekitar benteng sembari menikmati sunset. Suara ombak yang menghantam karang menambah suasana syahdu di sore hari.
Tidak sedikit pula wisatawan yang datang untuk mengabadikan momen, terutama bagi pasangan muda atau pencinta fotografi sejarah.
Sejak tahun 2013, lokasi wisata Anoi Itam telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai kawasan laut konservasi. Penetapan ini menandakan bahwa wilayah tersebut memiliki nilai ekologis yang tinggi dan harus dijaga kelestariannya.
Dengan status konservasi, pengembangan wisata dilakukan dengan prinsip ramah lingkungan dan tidak merusak ekosistem laut maupun pesisir. Fenomena ini sekaligus menambah pesona Benteng Anoi Itam karena wisatawan tidak hanya menikmati sejarah, tetapi juga merasakan suasana alam yang masih alami.
Benteng Anoi Itam adalah salah satu bukti kuat bahwa Sabang menyimpan perjalanan sejarah panjang yang penting. Selain menjadi saksi masa perang, benteng ini juga menjadi simbol identitas Kota Sabang sebagai kota yang kaya warisan budaya dan sejarah.
Pengelolaan benteng tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga sebagai upaya menjaga memori sejarah agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Dengan peningkatan fasilitas, edukasi sejarah, serta pengembangan produk lokal, Benteng Anoi Itam memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi yang lebih maju, modern, namun tetap mempertahankan nilai historisnya.
Ketika wisatawan datang ke Benteng Anoi Itam, mereka tidak hanya menyaksikan bangunan peninggalan Jepang, tetapi juga merasakan denyut sejarah yang tersimpan di setiap lorongnya. Tempat ini menjadi salah satu alasan mengapa Sabang tetap menjadi destinasi istimewa di ujung barat Nusantara.
Dengan keindahan alam, nilai sejarah, dan dukungan masyarakat yang kuat, Benteng Anoi Itam akan terus menjadi kebanggaan Sabang sebuah warisan masa lampau yang tetap hidup dan dinikmati hingga kini.
Bagi siapa pun yang ingin menyelami sejarah sambil menikmati pesona alam biru, Benteng Anoi Itam adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan.(*)
Advertorial.













