DaerahHeadline

Bantuan Mulai Mengalir ke Banda Aceh, 9 Helikopter Dikerahkan untuk Evakuasi dan Distribusi Logistik

×

Bantuan Mulai Mengalir ke Banda Aceh, 9 Helikopter Dikerahkan untuk Evakuasi dan Distribusi Logistik

Share this article
Pangdam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P. Foto: (Humas Kodam IM).

Banda Aceh – Pangdam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., memastikan bahwa bantuan untuk penanganan banjir besar di Aceh mulai berdatangan ke Banda Aceh sejak hari ini. Untuk mempercepat evakuasi dan penyaluran logistik bagi masyarakat yang terisolir, TNI dan BNPB menyiapkan total 9 helikopter yang akan beroperasi mulai besok.

“Mulai hari ini bantuan sudah berdatangan ke Banda Aceh. Besok kami akan mengerahkan heli untuk mendorong bantuan logistik dan evakuasi,” ujar Pangdam IM melalui laporan Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Infanteri Ali Imran, Jumat (29/11/2025).

Pangdam IM menjelaskan, kekuatan udara yang dikerahkan terdiri dari:

4 helikopter TNI AU

2 helikopter TNI AD

2 helikopter TNI AL

1 helikopter BNPB

Kesembilan heli tersebut akan difokuskan untuk mempercepat evakuasi dan pengiriman bantuan ke wilayah-wilayah yang hingga kini masih terputus akses darat.

“Ini nanti akan digunakan untuk membantu evakuasi dan bantuan logistik terhadap masyarakat di wilayah jajaran saya maupun wilayah Korem 012, yaitu Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Barat, dan Nagan Raya yang juga terdampak banjir,” jelasnya.

Pangdam menyebut Aceh Tengah masih menjadi wilayah dengan tantangan terbesar karena akses darat banyak yang rusak dan terputus. Helikopter tambahan yang dibutuhkan baru akan tiba besok.

“Aceh Tengah itu memang harus kita dorong dengan heli. Saat ini heli standby belum ada di Aceh, dan baru besok datang. Kita harapkan setelah heli tiba, logistik bisa segera kita angkut,” ungkapnya.

Selain penanganan evakuasi, TNI dan PLN juga melakukan langkah cepat memulihkan listrik di wilayah terdampak. Salah satu prioritas utama adalah pemasangan tower emergency PLN di Juli, Bireuen, setelah tower utama sebelumnya putus akibat banjir.

“Untuk hari ini, yang kami kejar dari pihak PLN dan TNI adalah mendorong tower emergency PLN ke lokasi tower yang putus di daerah Juli, Bireuen, agar listrik darurat segera hidup. Jika listrik menyala, daerah yang tadinya gelap dan kehilangan sinyal bisa aktif kembali,” jelas Pangdam IM.

Hingga jumat (28/11/2025), sejumlah jalur utama Aceh masih belum dapat dilalui:

Jembatan Kutablang, Bireuen, putus total dan membuat ribuan pengendara terjebak.

Longsor Semadam, Aceh Tamiang, menutup akses dari Medan dan Langsa.

Longsor Pakengon–Juli, menyebabkan jalur Kenyot tidak bisa dilewati.

Jembatan Pinturi, Mergayo, putus sehingga Gayo Lues–Blangkejeren terisolir.

Jalur Gunung Salak–Bener Meriah turun tanah dan belum dapat dilewati.

Dengan kondisi tersebut, kehadiran heli logistik menjadi faktor kunci dalam penanganan darurat.(*)