Banda Aceh – Situasi banjir di sejumlah wilayah Aceh mulai menunjukkan perkembangan positif. Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Infanteri Ali Imran, melaporkan bahwa genangan air perlahan surut di beberapa daerah, termasuk Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Kuala Simpang, Bireuen, dan Pidie Jaya. Meski demikian, sejumlah akses vital masih terputus dan menyebabkan ribuan warga serta pengendara terjebak.
“Situasi banjir memang sudah mulai surut, terutama Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Kuala Simpang, serta Bireuen dan Pidie Jaya. Hanya ada beberapa akses yang terputus,” ujar Kolonel Ali Imran, Jumat (29/11/2025).
Arus transportasi utama Aceh–Lhokseumawe lumpuh total akibat jembatan Kutablang yang putus. Jalan alternatif yang biasa digunakan warga juga tidak dapat dilalui. Kondisi ini membuat ribuan pengendara terjebak, baik dari arah Banda Aceh menuju Lhokseumawe maupun sebaliknya.
“Sekarang ada ribuan pengendara terjebak di Kutablang,” tambah Ali Imran.
Sejumlah titik longsor juga masih menutup akses utama di beberapa kabupaten, di antaranya:
Semadam, Aceh Tamiang: jalur Medan–Langsa tidak dapat dilewati.
Pakengon–Kenyot, Juli (Bireuen): akses tertutup total.
Jembatan Pinturi, Mergayo: penghubung Gayo Lues–Blangkejeren putus.
Gunung Salak–Bener Meriah: jalur turun tanah membuat Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tengah masih terisolir.
Kondisi ini menyebabkan sebagian besar wilayah tengah dan timur Aceh bergantung penuh pada bantuan jalur udara.
Kolonel Ali Imran memastikan bahwa upaya penanganan darurat terus dimaksimalkan. Bantuan logistik untuk wilayah terdampak telah mulai berdatangan ke Banda Aceh sejak pagi.
“Mulai hari ini bantuan sudah berdatangan ke Banda Aceh. Besok kami akan mengarahkan helikopter untuk mendorong bantuan logistik dan melakukan evakuasi,” tegasnya.
Helikopter ini akan difokuskan menjangkau wilayah yang terputus total dan tidak mungkin diakses melalui jalur darat.
Danrem 011/Lilawangsa menegaskan bahwa pihaknya terus bergerak di lapangan memastikan jalur komunikasi, proses evakuasi, dan distribusi bantuan dapat berjalan tanpa kendala.
“Kami terus bersinergi untuk membuka akses, membantu evakuasi, dan memastikan bantuan logistik sampai kepada masyarakat. Fokus kami adalah keselamatan warga dan percepatan pemulihan,” ujar Ali Imran.
Ia juga memastikan seluruh satuan di bawah Korem 011/Lilawangsa dalam kondisi siaga penuh untuk membantu masyarakat di Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, serta wilayah lain yang terdampak banjir dan longsor.(*)













