EkonomiHeadline

Harga Emas di Banda Aceh Naik Jadi Rp7,3 Juta per Mayam

×

Harga Emas di Banda Aceh Naik Jadi Rp7,3 Juta per Mayam

Share this article
Pedagang Toko Emas Italy di Pasar Aceh, M. Dava Farah Sabira, menunjukkan koleksi perhiasan sambil menjelaskan perkembangan harga emas yang kembali naik, Jumat (14/11/2025). Foto: (Dokumen Toko Emas Italy Banda Aceh).

Banda Aceh – Harga emas perhiasan di Banda Aceh kembali mengalami kenaikan. Pedagang Toko Emas Italy Pasar Aceh, M. Dava Farah Sabira, melaporkan bahwa harga emas hari ini berada di angka Rp7.300.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan.

Menurut Dava, ongkos pembuatan emas saat ini berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000 per mayam, tergantung model perhiasan yang dipilih.

“Kenaikan ini mencapai Rp100.000 dari tiga hari lalu. Sebelumnya sempat di angka Rp7.200.000 kemudian naik ke Rp7.300.000,” ujarnya.

Dava menjelaskan, jika dibandingkan dua pekan lalu harga emas mengalami kenaikan signifikan. “Dua minggu sebelumnya harga emas masih di Rp6.700.000 per mayam. Artinya ada kenaikan sekitar Rp600.000,” tambahnya.

Kenaikan ini dipicu tingginya permintaan emas perhiasan secara global. “Permintaan emas di berbagai negara meningkat. Di situlah harga emas ikut naik,” jelas Dava.

Ia juga mengingatkan bahwa harga emas sempat pecah rekor di Rp7.700.000 per mayam, kemudian turun drastis ke Rp6.700.000, sebelum kembali mengalami kenaikan.

Terkait prediksi harga, Dava menyebut peluang kenaikan masih lebih besar. “Perbandingannya 80 persen naik, 20 persen kemungkinan turun,” katanya.

Selain emas perhiasan, harga emas Antam di pasaran juga mengalami lonjakan jauh dari harga resmi. “Saat ini emas Antam kita jual di harga Rp2.900.000 per gram. Perbedaan harga dengan situs resmi terjadi karena stok Antam sedang kosong, sehingga pasokan banyak berasal dari bandar,” jelasnya.

Sementara itu, daya beli masyarakat dinilai masih stabil. “Sekarang sekitar 60 persen masyarakat membeli dan 40 persen menjual. Hampir imbang,” tutup Dava.(*)