Banda Aceh – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Aceh, dr. Munawar, Sp.OG, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus HIV/AIDS di Aceh dalam beberapa waktu terakhir menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan secara terpadu dan lintas sektor.
Munawar menyampaikan bahwa lonjakan kasus HIV di Aceh dipicu oleh berbagai faktor, terutama perilaku berisiko seperti hubungan sesama jenis dan aktivitas seksual di luar nikah oleh laki-laki yang sudah berkeluarga.
“Salah satu potensi penularan HIV paling besar adalah hubungan sejenis laki-laki (gay). Banyak juga kasus di mana suami ‘jajan’ di luar, lalu menularkan virus kepada istri, dan bahkan bisa berdampak pada anak,” ujarnya, Selasa (15/7/2025).
Ia juga menyoroti masuknya pendatang dari berbagai wilayah ke Aceh sebagai faktor tambahan. Namun, keterbatasan wewenang dalam melakukan skrining kesehatan terhadap pendatang membuat pemerintah daerah tidak bisa bergerak leluasa.
“Kita tidak bisa langsung memeriksa kesehatan mereka karena itu berkaitan dengan hak asasi manusia dan privasi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan HIV tidak cukup hanya dengan pengobatan. Edukasi seksual yang tepat dan akses layanan kesehatan yang terbuka juga harus menjadi prioritas.
“Masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh Dinas Kesehatan saja. Kita perlu peran tokoh agama, masyarakat, dan tentu saja media. Saya yakin kalau semua pihak peduli dan mau bergerak bersama, kita bisa menekan penyebaran HIV di Aceh,” tutupnya.(*)












