BANDA ACEH – Dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menerapkan sejumlah strategi khusus yang berfokus pada promosi internasional, kerja sama global, serta penyelenggaraan event 20 tahun tsunami Aceh.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Almuniza Kamal mengatakan strategi khusus tersebut diharapkan mampu mengangkat daya tarik pariwisata Aceh di mata dunia.
“Salah satu langkah strategis adalah partisipasi Aceh dalam pameran wisata internasional MATTA Fair yang berlangsung pada bulan September lalu. MATTA Fair merupakan salah satu pameran tur dan pariwisata terbesar di Asia Tenggara,” Kata Almuniza Kamal, Kamis, 17 Oktober 2024.
Selain itu, promosi digital juga digencarkan dengan target wisatawan mancanegara. Disbudpar Aceh aktif berkolaborasi dengan agen perjalanan dan platform wisata internasional untuk memperluas jangkauan promosi, sebagai wisata unggulan.
“Kita juga mengoptimalkan platform media sosial dan situs untuk menjangkau wisatawan global dan kampanye digital yang menyoroti keindahan alam, warisan budaya, serta wisata halal di Aceh untuk menarik perhatian,” kata Almuniza.
Untuk semakin memperkuat citra Aceh sebagai destinasi wisata halal, pihaknya akan menggelar Expo Produk Ekraf Bersertifikasi Halal yang akan diadakan pada 19-22 Oktober 2024 di Museum Tsunami.
Tak hanya itu, peringatan 20 tahun tsunami Aceh juga akan diselenggarakan pada Desember mendatang, dengan acara seperti malam renungan, pentas smoong, dan pameran di Museum Tsunami Aceh.
Pihaknya juga akan menggelar Simposium Tsunami pada awal November, bekerja sama dengan BMKG, yang akan dihadiri oleh 400 peserta dari 40 negara.
“Selain itu, akan ada exhibition screening dan talkshow pada November mendatang, bekerja sama dengan USAID di museum Tsunami. Kemudian akan digelar kompetisi ide dan inovasi yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) di Museum Tsunami Aceh pada Desember,” kata Almuniza.(*)
ADVERTORIAL













