Daerah

Perempuan Pesisir: Garda Terdepan Dalam Pelestarian Mangrove Aceh Jaya

×

Perempuan Pesisir: Garda Terdepan Dalam Pelestarian Mangrove Aceh Jaya

Share this article
pelestarian mangrove serta peran masyarakat lokal khususnya kelompok perempuan dalam pemanfaatan ekosistem mangrove

Aceh Jaya – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Kawasan Ekowisata Mangrove Aceh Jaya, yang diselenggarakan oleh dosen Universitas Teuku Umar Prodi Sumber Daya Akuatik, Prodi Perikanan dan Prodi Ilmu Administrasi Negara pada hari Jumat, 5 Juli 2024. Kegiatan dengan tema “Pengabdian Berbasis Masyarakat” ini melibatkan ketua pengelola Kawasan ekowisata mangrove Aceh Jaya, Kadus Sayeung, dan kelompok Perempuan. Pengabdian berbasis masyarakat Tahun Anggaran 2024 ini merupakan kerja sama antara Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi dengan Dosen dari Prodi Sumber Daya Akuatik yaitu Eka Lisdayanti, S.Kel., M.Si, FPIK Universitas Teuku Umar yang anggarannya didanai oleh Direktorat Riset, Teknolonogi dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun Anggaran 2024.

Aceh Jaya merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi ekosistem mangrove yang dapat dikembangkan. Seperti yang telah berjalan, pemanfaatan ekosistem sebagai lokasi ekowisata, pemanfaatan kawasan ekosistem mangrove sebagai daerah penangkapan, dan penjualan bibit mangrove bahkan hingga luar kawasan Aceh Jaya. Hal ini mendorong pihak akademisi untuk menguatkan kelompok Masyarakat dalam memanfaatkan ekosistem mangrove untuk peningkatan ekonomi.

Materi inti yang disampaikan pada sosialisasi pertama berkaitan dengan fungsi dan manfaat ekosistem pesisir, potensi kerusakan, upaya pelestarian mangrove serta peran masyarakat lokal khususnya kelompok perempuan dalam pemanfaatan ekosistem mangrove. Pelibatan masyarakat lokal dalam pelestarian mangrove merupakan langkah nyata yang dapat menunjang pemanfaatan dan penjagaan ekosistem yang ada. Namun, upaya ini perlu ditunjang dengan peningkatan pengetahuan dan kemampuan kepada kelompok yang akan mengelola ekosistem tersebut.

Sesi diskusi menunjukkan adanya antusias Masyarakat lokal untuk mengetahui fungsi dan manfaat ekosistem mangrove. Meskipun selama ini mangrove telah banyak dimanfaatkan secara langsung, namun kenyataan yang ada masyarakat masih banyak yang belum mengetahui dengan pasti mengenai fungsi ekologis, sosial dan ekonomi mangrove. Contohnya pertanyaan yang ditanyakan salah satu anggota kelompok pengelola mengenai mangrove yang dapat dijadikan sebagai bahan obat-obatan dan kemampuan mangrove dalam menyimpan karbon.

Narasumber (Eka Lisdayanti) memfokuskan paparan mengenai fungsi dan manfaat ekosistem mangrove karena dengan peningkatan pengetahuan masyarakat juga diharapkan kelompok lebih peduli dan sadar untuk menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove.

Pengabdian berbasis Masyarakat yang dilakukan di Kawasan Ekowisata Mangrove Aceh Jaya ini merupakan kegiatan berkelanjutan yang tujuan akhirnya adalah untuk menguatkan kapasitas kelompok Perempuan dalam peningkatan ekonomi pesisir dengan memanfaatkan ekosistem mangrove. Kegiatan lanjutan dari tahap sosialisasi yaitu akan memberikan pelatihan Penanaman bibit mangrove dan pelatihan pemasaran bibit yang telah siap diperjual belikan. Selain fokus pada kemampuan atau keterampilan anggota kelompok pengelola, target luaran dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yaitu menyiapkan rumah nursery bibit mangrove dan menyediakan web pemasaran yang berisi informasi penjualan bibit dan aktivitas kelompok pengelola Kawasan Ekowisata Mangrove Aceh Jaya.