HeadlinePariwara

Mengintip Persiapan Gampong Wisata Lampulo Menyongsong PON XXI Aceh-Sumut 2024

×

Mengintip Persiapan Gampong Wisata Lampulo Menyongsong PON XXI Aceh-Sumut 2024

Share this article
Suasana bongkar muat ikan di TPI Lampulo, Kota Banda Aceh, beberapa waktu lalu. Foto: Muhammad Fadhil/Suara Aceh.

Gampong Lampulo Ikut Kirim Dua Atlet untuk Membela Aceh

Banda Aceh – Jadwal pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 tinggal menghitung jari. Saat ini, para atlet dari seluruh Nusantara sudah mulai berdatangan ke Tanah Rencong. Beberapa cabang olahraga (cabor) juga sudah ada yang mulai dipertandingkan.

Gampong Lampulo menyambut antusias pelaksanaan event olahraga terbesar di Tanah Air itu. Lampulo sendiri merupakan salah satu dari delapan gampong wisata di Kota Banda Aceh berdasarkan Keputusan Wali Kota Banda Aceh Nomor 92 Tahun 2023.

Gampong Lampulo bukan sekadar terkenal dengan objek wisata Kapal di Atas Rumah. Gampong yang berada di Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh itu memiliki beragam potensi wisata lainnya, baik bahari maupun sejarah.

Di wisata bahari, Gampong Lampulo menawarkan keindahan pantai bagi wisatawan. Selain itu, di Gampong Lampulo juga terdampat spot-spot yang cocok dijadikan sebagai lokasi memancing. Kapal-kapal nelayan yang bersandar di sepanjang sungai menjadi pemandangan khas di desa itu.

Sementara di sektor wisata sejarah, Gampong Lampulo memiliki Kapal di Atas Rumah. Kapal ini merupakan saksi bisu dahsyatnya gempa dan tsunami Aceh pada 2004 silam. Pada musibah maha dahsyat itu, 59 warga berhasil menyelamatkan diri dari amukan air bah.

Sekretaris Desa (Sekdes) Lampulo, Bahrul Ikhsan mengatakan, banyak objek wisata membuat gampong ini ramai dikunjungi wisatawan setiap harinya, terutama saat akhir pekan dan pada libur panjang.

“Objek wisata di Lampulo yang terkenal ada Kapal di Atas Rumah, namun potensi potensi lainnya tidak kalah menarik, yaitu spot mancing untuk wisatawan lokal, karena ramai yang mancing di TPI baru itu,” kata Ikhsan, Jumat (30/8/2024).

Sekretaris Desa (Sekdes) Lampulo, Banda Aceh, Bahrul Ikhsan. Foto: dok. pribadi.

Ia menjelaskan bahwa di Gampong Lampulo terdapat terdapat satu-satunya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kota Banda Aceh. TPI ini menjadi pusat distribusi ikan bagi waga kota Banda Aceh, bahkan luar daerah.

Potensi yang dimiliki tersebut, kata Ikhsan, harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh warga lokal dan wisatawan. Agar objek-objek wisata tersebut ramai dikunjungi wisatawan, Ikhsan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan.

“Dalam meningkatkan jumlah wisatawan, kami selalu menekankan kepada warga agar selalu menjaga kebersihan di objek wisata,” ujar Ikhsan yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gampong Lampulo.

Selain menjaga kebersihan, kata Ikhsan, Gampong Lampulo juga memperbanyak pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) sebagai bentuk perhatian gampong dalam memberi rasa aman dan nyaman bagi warga dan wisatawan.

“Agar wisatawan nyaman dan mau berkunjung kemari lagi, kami terus melakukan upaya memberi kenyamana dan keamanan bagi mereka, seperti memasang CCTV untuk keamanan dan hal hal lainnya,” ujar Ikhsan.

Dalam menyambut PON XXI Aceh Sumut, Gampong Lampulo juga menyediakan suvenir menarik bagi wisatawan. Suvenir ini disediakan di objek wisata Kapal di Atas Rumah.

“Suvenir khas Aceh bisa didapatkan di objek wisata Kapal di Atas Rumah yang berada di Gampong Lampulo ini,” ujar Ikhsan.(*)

 

Bongkar Muat Ikan di TPI Jadi Daya Tarik Wisatawan

Pada pagi hari, Gampong Lampulo selalu diserbu warga dari berbagai penjuru di Banda Aceh dan Aceh Besar. Tujuan mereka adalah membeli ikan segar yang baru dibongkar dari boat maupun kapal kapal di TPI Lampulo.

Sekretaris Desa Lampulo, Bahrul Ikhsan mengatakan, keberadaan TPI Lampulo memberi nilai positif tersendiri bagi desa tersebut. Ini karena ribuan warga datang secara bergantian untuk membeli ikan di TPI setempat.

Wisatawan di objek wisata Kapal di Atas Rumah di Gampong Lampulo, Kota Banda Aceh, beberapa waktu lalu. Foto: Muhammad Fadhil/Suara Aceh

Keberadaan TPI Lampulo, kata Ikhsan, merupakan potensi yang bisa ditawarkan kepada wisatawan saat momentum PON XXI Aceh-Sumut 2024 nantinya. Di TPI ini, wisatawan bisa melihat secara langsung proses bongkar muat ikan dan beragam transaksi lainnya.

“Saya mengajak warga dan pengunjung PON XXI untuk mengunjungi TPI Lampulo pada pagi hari, di sini Anda akan melihat secara langsung bagaimana proses bongkar muat ikan di dalam kapal,” ujar Ikhsan.

Dalam kesempatan itu, Ikhsan juga mengungkapkan bahwa Gampong Lampulo ikut mengirim tiga delegasinya untuk mewakili Aceh pada PON XXI Aceh-Sumut.

Dua di antaranya adalah atlet, yaitu Maulidin dari cabang olahraga Kickboxing dan Gebrina Najwa Andini dari cabang olahraga Karate. Sementara satu lagi adalah Lisnobel sebagai pelatih dari cabang olahraga Kickboxing.

Sebagai bentuk dukungan, kata Ikhsan, Gampong Lampulo ikut memajang spanduk atau baliho terhadap para atlet asal desa itu yang akan bertanding.

“Pemasangan baliho atau banner ini bertujuan memberi sosialisasi kepada masyarakat terkait PON XXI Aceh Sumut 2024 ini,” pungkas Ikhsan. (*)

Dispar Ajak Warga Kota Sambut Tamu dengan Ramah

Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Said Fauzan mengajak warga kota itu untuk menyambut tamu PON XXI Aceh-Sumut dengan ramah sesuai dengan kalimat “Peumulia Jamee Adat Geutanyoe”

“Peumulia Jamee Adat Geutanyoe, mari sambut wisatawan di momentum PON ini dengan baik dan ramah,” kata Said Fauzan, beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Said Fauzan. Foto: Humas Dispar Banda Aceh.

Said Fauzan juga mengajak pengunjung yang ikut atau memeriahkan pelaksanaan PON untuk dapat berkunjung ke sejumlah destinasi wisata yang ada di Kota Banda Aceh.

Menurut Said Fauzan, ada beragam destinasi wisata yang direkomendasi untuk dikunjungi oleh pengunjung yang datang ke Kota Banda Aceh, seperti Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, PLTD Apung, Museum Aceh dan destinasi wisata bahari seperti Ulee Lheue dan lainnya.

Said mengatakan Masjid Raya Baiturrahman menjadi destinasi wisata pertama yang harus dikunjungi saat menginjakan kaki di Tanah Serambi mekah ini.

“Ini landmarknya Aceh, istilahnya jika belum berkunjung Masjid Raya Baiturrahman, belum sah pergi ke Aceh,” kata Said Fauzan. (*)

Dispar Minta Pokdarwis Beri Pelayanan Maksimal ke Wisatawan

Kepala Bidang Promosi Pemasaran dan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Triansyah Putra mengatakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) memiliki peran penting dalam menyukseskan PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Oleh karena itu, pria yang akrab Boy ini meminta Pokdarwis berada di barisan depan dalam memberikan pelayanan maksimal kepada wisatawan, terutama yang datang di momentum PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini.

“Kita harapkan di momen tersebut seluruh Pokdarwis, kelompok sadar wisata di desa-desa dapat memberikan pelayanan wisata yang bagus kepada wisatawan,” kata Boy, beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Promosi Pemasaran dan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Triansyah Putra. Foto: Humas Dispar Banda Aceh.

Dengan pelayanan yang bagus, kata Boy, wisatawan akan terkesan dengan daerah yang dikunjunginya, sehingga kembali menyusun rencana untuk berkunjung suatu saat nanti.

“Buatlah seluruh wisatawan yang berada di Banda Aceh terkesan dengan keinsahan alam dan pelayanan kepariwisataan yang ada di Banda Aceh,” ujar Boy.

Dalam kesempatan itu, Boy menyebutkan ada beberapa venue PON XXI Aceh-Sumut 2024 yang berada di desa wisata, seperti KM 0 Banda Aceh di Kampung Jawa. Kepada Pordakwis gampong ini, Boy meminta agar menampilkan seluruh potensi wisata yang ada di desanya.

“Kita harapkan masyarakat desa wisata bisa menampilkan semua pelayanan dan prodak-prodak unggulan desa wisatanya kepada wisatawan yang datang,” ujar Boy. [*]

Advertorial.