Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar menyatakan, pihaknya sangat mendukung upaya penertiban yang dilakukan pemerintah kota banda aceh terhadap aktivitas masyarakat yang melanggar syariat Islam khususnya kejadian di lokasi wisata Pantai Ulee Lheue Banda Aceh beberapa hari yang lalu.
“Kita sangat mendukung upaya penertiban ini karena apabila tidak ditertibkan dengan cepat akan merusak citra Kota Banda Aceh khususnya dan Aceh umumnya yang melaksanakan syariat Islam,” katanya di Banda Aceh, Selasa (18/10/2022).
Farid Nyak Umar menyampaikan, terkait pelanggaran syariat islam yang melibatkan 11 perempuan dan ikut ditemukan botol bekas minuman keras oleh Tim gabungan yang terdiri dari petugas Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH), TNI/Polri serta masyarakat sekitar patut diberikan apresiasi.
Farid nyak umar mengaku, sangat prihatin dengan kondisi anak muda dan milenial di Kota Banda Aceh saat ini karna sudah mulai kehilangan jati diri seperti muda dan mudi nongkrong sampai jam 03.00 WIB dinihari, dimana secara aturan kegiatan seperti itu tidak diperbolehkan dan tidak baik untuk ditiru oleh muda-mudi lainnya karena Provinsi Aceh sedang menerapkan syariat Islam.
Karena itu Farid Nyak Umar meminta kepada Pemerintah Kota Banda Aceh untuk meningkatkan edukasi dan pembinaan kepada kaum milenial sehingga mereka tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan syariat Islam.
Lebih lanjut Farid Nyak Umar menambahkan, dalam upaya mencegah amar makruf nahi mungkar dan penegakan syariat Islam di Kota Banda Aceh, maka perlu upaya bersama yang dilakukan hingga ke pemerintah terkecil yakni gampong/desa melalui memperkuat tim pagee/pagar gampong yang telah dibentuk sebelumnya.
“Kami juga mengajak aparatur gampong untuk terlibat aktif dalam mencegah pelanggaran syariat Islam di setiap gampong melalui memperkuat tim pagee/pagar gampong,” Ucap farid nyak umar.
Menurut Farid Nyak Umar peran serta masyarakat dan aparatur gampong dalam upaya pencegahan amar makruf nahi mungkar dalam wilayahnya masing-masing sangat efektif karna jika hanya mengandalkan Satpol PP dan WH akan sangat terbatas, akan tetapi jika terlibat semua unsur di gampong penegakan syariat Islam di kota banda aceh diyakini akan berjalan secara maksimal.
“Jika kita hanya mengandalkan Satpol PP dan WH itu akan sangat terbatas, tapi jika terlibat semua unsur di gampong akan berjalan secara maksimal untuk penegakan syariat Islam,” Pungkasnya. (Parlementaria)













