GAYO LUES – Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Minggu (8/11/2026) dini hari. Bencana yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga hanyut terbawa arus, satu unit jembatan gantung rusak berat, serta fasilitas umum mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues, Muhaimini, S.T., mengatakan, banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Gayo Lues sejak Sabtu (7/11/2026) pukul 17.00 WIB hingga Minggu dini hari.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai dari kawasan Pintu Rime meluap hingga menerjang permukiman dan fasilitas masyarakat.
“Lokasi terdampak banjir berada di Desa Pertik, Kecamatan Pining, dan Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang,” kata Muhaimini, Minggu (8/11/2026).
Ia menjelaskan, dampak terparah dilaporkan terjadi di Desa Pertik. Sejumlah rumah warga hanyut terbawa derasnya arus banjir. Selain itu, satu unit jembatan gantung mengalami rusak berat dan satu unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Sementara di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, satu unit jembatan utama mengalami pengikisan akibat derasnya aliran air.
Hingga laporan sementara diterima BPBD, jumlah warga terdampak maupun pengungsi masih dalam proses pendataan. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Muhaimini menyampaikan, BPBD Gayo Lues telah melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Pining, perangkat Desa Pertik, TNI/Polri, serta unsur Search and Rescue (SAR) untuk melakukan kaji cepat dan mendata dampak kerusakan akibat banjir.
Saat ini, petugas bersama unsur terkait masih melakukan pembersihan material yang terbawa arus banjir serta memantau kondisi wilayah terdampak.
BPBD Gayo Lues juga terus melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah kerusakan, warga terdampak, serta kebutuhan penanganan lebih lanjut.
Masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan banjir diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih perlu diantisipasi.(*)













