BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga besar almarhum Sjamsul Kahar, Pemimpin Umum sekaligus pendiri Harian Serambi Indonesia, yang juga merupakan ayahanda Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria.
Kunjungan takziah tersebut berlangsung di rumah duka yang beralamat di Jalan Mata Ie, Lorong Al Hikmah, Ketapang, Banda Aceh, Kamis (1/10/2026). Kehadiran Illiza menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Kota Banda Aceh sekaligus penghormatan terhadap sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan dunia pers dan penyebaran informasi di Aceh.
Kedatangan Wali Kota Banda Aceh disambut langsung oleh pihak keluarga almarhum. Dalam suasana haru dan penuh duka, Illiza menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kepergian Sjamsul Kahar. Ia juga mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.
Bagi Illiza, kepergian Sjamsul Kahar bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga merupakan kehilangan bagi masyarakat Aceh, khususnya insan pers yang selama ini menjadikan almarhum sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan perkembangan media di daerah tersebut.
Almarhum dikenal sebagai Pemimpin Umum sekaligus pendiri Harian Serambi Indonesia, salah satu media massa yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat Aceh. Melalui perjalanan panjangnya di dunia jurnalistik, Sjamsul Kahar turut meletakkan fondasi bagi perkembangan pers daerah yang berperan dalam mengabarkan berbagai peristiwa, dinamika sosial, pembangunan, serta kehidupan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Illiza menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian almarhum yang telah mengabdikan sebagian perjalanan hidupnya untuk dunia pers. Menurutnya, keberadaan media massa memiliki arti penting dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya sebagai sarana penyampaian berita, tetapi juga sebagai ruang untuk memperluas wawasan, membangun kesadaran publik, dan memperkuat literasi masyarakat.
Kontribusi Sjamsul Kahar melalui Harian Serambi Indonesia dinilai telah menjadi bagian dari perjalanan informasi di Tanah Rencong. Media tersebut turut mengiringi berbagai perkembangan Aceh, mulai dari kehidupan sosial dan budaya hingga dinamika pemerintahan serta pembangunan daerah.
Bagi masyarakat, kehadiran media lokal seperti Serambi Indonesia memiliki arti tersendiri karena menjadi salah satu sumber informasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pemberitaan, masyarakat dapat mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi di daerahnya sekaligus mengikuti perkembangan isu-isu yang berpengaruh terhadap kehidupan publik.
Karena itu, dedikasi para tokoh pers yang membangun dan mengembangkan media di Aceh patut mendapat penghargaan. Perjalanan sebuah media tidak terlepas dari kerja keras, komitmen, serta visi para pendirinya dalam menghadirkan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Illiza menilai, jasa dan pengabdian Sjamsul Kahar merupakan bagian penting dari perjalanan pers Aceh. Kiprah almarhum menjadi pengingat bahwa pers mempunyai tanggung jawab besar dalam membangun masyarakat yang lebih terbuka terhadap informasi, memiliki wawasan luas, serta mampu memahami berbagai persoalan yang berkembang di lingkungannya.
Di tengah perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola konsumsi berita, peran media tetap dibutuhkan untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers.
Dalam konteks pembangunan daerah, pers juga memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pemberitaan, berbagai program pembangunan dapat diketahui publik, sementara aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan kepada para pemangku kepentingan.
Oleh sebab itu, kontribusi tokoh pers seperti Sjamsul Kahar tidak hanya berkaitan dengan keberadaan sebuah perusahaan media, tetapi juga dengan perjalanan tumbuhnya budaya informasi dan literasi di Aceh. Pengabdian tersebut menjadi bagian dari warisan yang akan terus dikenang oleh keluarga, rekan sejawat, serta masyarakat yang merasakan manfaat dari perkembangan pers daerah.
Selain menyampaikan penghormatan atas jasa almarhum, Illiza juga memberikan perhatian kepada keluarga yang sedang berduka. Ia berpesan agar keluarga besar Sjamsul Kahar senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan dapat melalui masa-masa sulit ini dengan penuh kesabaran serta senantiasa mendapat pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT.
Kunjungan takziah tersebut sekaligus mencerminkan pentingnya menjaga hubungan silaturahmi dan solidaritas sosial, terutama ketika masyarakat menghadapi peristiwa kehilangan orang-orang yang memiliki arti besar bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
Bagi Pemerintah Kota Banda Aceh, perhatian terhadap keluarga yang sedang berduka merupakan bagian dari nilai kemanusiaan yang perlu terus dijaga. Kehadiran secara langsung di rumah duka menjadi bentuk empati sekaligus ungkapan penghormatan kepada almarhum atas pengabdian yang telah diberikan semasa hidupnya.
Kepergian Sjamsul Kahar meninggalkan kenangan dan jasa yang tidak terpisahkan dari perjalanan perkembangan media di Aceh. Dedikasinya dalam mendirikan dan memimpin Harian Serambi Indonesia menjadi bagian dari sejarah pers daerah yang memiliki arti penting bagi masyarakat.
Melalui kunjungan tersebut, Illiza menyampaikan harapan agar segala kebaikan dan pengabdian almarhum menjadi amal jariyah serta membawa keberkahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menerima ketetapan Allah SWT. (*)
PARIWARA.













