BeritaHeadline

Bank Indonesia Perwakilan Aceh Gandeng Solusi Bangun Andalas Manfaatkan Limbah Uang Rupiah Jadi Bahan Bakar Alternatif

×

Bank Indonesia Perwakilan Aceh Gandeng Solusi Bangun Andalas Manfaatkan Limbah Uang Rupiah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Share this article
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh dan PT Solusi Bangun Andalas foto bersama usai menandatangani kerja sama pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) sebagai bahan bakar alternatif melalui metode co-processing di Aceh Besar, Kamis (30/7/2026). Foto: (Humas BI Perwakilan Aceh).

Aceh Besar – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh bersama PT Solusi Bangun Andalas (SBA) resmi menjalin kerja sama pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi semen melalui metode co-processing. Penandatanganan kerja sama berlangsung di fasilitas PT Solusi Bangun Andalas, Aceh Besar, Kamis (30/7/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis Bank Indonesia dalam mendukung pengelolaan uang Rupiah yang tidak hanya aman dan akuntabel, tetapi juga berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia bertanggung jawab mengelola uang Rupiah mulai dari perencanaan, pencetakan, pengedaran hingga pemusnahan uang yang sudah tidak layak edar. Selama ini, proses pemusnahan menghasilkan Limbah Racik Uang Kertas yang umumnya dikelola melalui tempat pembuangan akhir.

Kini, melalui kerja sama dengan PT Solusi Bangun Andalas, limbah tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif di industri semen. Berdasarkan hasil uji laboratorium, LRUK dinyatakan tidak termasuk limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta memenuhi kriteria sebagai biomassa sehingga aman digunakan melalui metode co-processing.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari inovasi pengelolaan uang Rupiah yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

“Pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas sebagai bahan bakar alternatif melalui kerja sama dengan PT Solusi Bangun Andalas merupakan bagian dari upaya kami menghadirkan pengelolaan uang Rupiah yang semakin bertanggung jawab dan berwawasan lingkungan. Kami berharap sinergi ini memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan penguatan agenda pembangunan berkelanjutan,” ujar Agus Chusaini.

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya menjadi solusi dalam pengelolaan limbah hasil pemusnahan uang Rupiah, tetapi juga merupakan kontribusi nyata Bank Indonesia dalam mendukung ekonomi hijau dan kebijakan pembangunan rendah karbon melalui kolaborasi dengan sektor industri.

Bank Indonesia Provinsi Aceh turut menyampaikan apresiasi kepada PT Solusi Bangun Andalas, Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan kerja sama tersebut. Ke depan, sinergi serupa diharapkan terus diperluas guna menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.(*)