BANDA ACEH – Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Aceh terus memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi tuntutan transformasi digital. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menyelenggarakan Pelatihan Optimalisasi Kinerja ASN melalui Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026 di Ruang Rapat Lantai 3 Biro PBJ.
Pelatihan tersebut diikuti seluruh ASN di lingkungan Biro PBJ sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi digital sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan berkualitas.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta dibekali berbagai materi, mulai dari pengenalan konsep dasar AI, pemanfaatan beragam platform berbasis AI untuk mendukung administrasi perkantoran, penyusunan dokumen, pengolahan data, hingga pembuatan bahan presentasi. Peserta juga mendapatkan pelatihan teknik menyusun prompt yang efektif agar teknologi AI dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan pekerjaan.
Tak hanya penyampaian teori, pelatihan juga dikemas secara interaktif melalui sesi praktik langsung. Dengan metode tersebut, peserta dapat menguji sekaligus mengimplementasikan berbagai aplikasi AI dalam menyelesaikan tugas-tugas kedinasan secara lebih cepat, akurat, dan produktif.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa mengatakan, pemanfaatan teknologi AI merupakan keniscayaan yang harus direspons secara positif oleh ASN. Menurutnya, AI bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan menjadi instrumen yang dapat meningkatkan kualitas kerja, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta mendorong lahirnya inovasi dalam pelayanan publik.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh ASN Biro PBJ mampu memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence secara bijak dan bertanggung jawab untuk mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari. Ilmu yang diperoleh hendaknya dapat diimplementasikan dalam pekerjaan sehingga mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta kualitas pelayanan. Kami juga berharap Biro PBJ terus menjadi organisasi yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguasaan teknologi digital menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki ASN agar birokrasi mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik yang semakin cepat, transparan, dan akuntabel.
Melalui pelatihan ini, Biro PBJ berharap lahir budaya kerja yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berbasis teknologi di lingkungan organisasi. Kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen Biro PBJ dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung terwujudnya birokrasi Pemerintah Aceh yang modern, profesional, dan berdaya saing di era digital.(*)












