BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka secara resmi rapat koordinasi Asosiasi Keuchik Kuta Alam (Asokulam) yang dirangkai dengan kegiatan coffee morning di Warkop Taufik, Jalan Syiah Kuala, Kampung Mulia, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan rutin tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Bachtiar, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Selain itu, hadir pula Camat Kuta Alam Faidian Faisal bersama unsur forkopimcam, Ketua Asokulam Juliansyah Yunus, serta 11 keuchik dan perangkat gampong se-Kecamatan Kuta Alam, termasuk tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan rakor yang dinilai menjadi wadah strategis dalam memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah kota dengan aparatur gampong.
Menurutnya, forum seperti ini sangat penting untuk mengidentifikasi berbagai persoalan di tingkat gampong sekaligus mencari solusi yang tepat dan cepat.
“Harapan kita semua tentu pelayanan publik bisa berjalan lebih baik, responsif, ramah, dan tuntas,” ujar Illiza.
Ia juga menyoroti pentingnya peran keuchik dalam menyosialisasikan perubahan aturan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang baru dikeluarkan oleh pemerintah provinsi. Dalam hal ini, keuchik diminta untuk melakukan pembaruan data masyarakat secara berkala sesuai dengan kategori desil yang telah ditetapkan.
“Para keuchik harus aktif meng-update data masyarakat di gampong masing-masing dan mengelompokkannya sesuai desil. Ini penting agar penyaluran program tepat sasaran,” tegasnya.
Meski demikian, Illiza mengingatkan bahwa selama masa transisi kebijakan, pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama tanpa diskriminasi.
“Selama masa transisi ini, tetap layani siapa saja warga kita yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Suasana coffee morning berlangsung hangat dan penuh keakraban. Usai pembukaan, para keuchik memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai laporan, mulai dari persoalan hingga perkembangan terkini di gampong masing-masing kepada wali kota, wakil wali kota, serta kepala dinas terkait.
Melalui forum ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan aparatur gampong dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.(*)













