Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh Barat resmi memulai proyek peningkatan ruas jalan yang menghubungkan Desa Rimba Langgeh dan Suak Bidok, Kecamatan Arongan Lambalek.
Pembangunan ini menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang selama puluhan tahun harus menghadapi kondisi jalan yang memprihatinkan. Selama ini, akses utama antar desa hanya berupa jalan tanah dan kerikil yang menyulitkan aktivitas warga.
Saat musim kemarau, debu tebal kerap menyelimuti permukiman dan berdampak pada kesehatan pernapasan warga. Sementara di musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang menghambat mobilitas, termasuk aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat setempat.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, mengatakan bahwa pada tahun 2026 ini ruas jalan tersebut mulai ditingkatkan menjadi jalan beraspal.
“Alhamdulillah, tahun ini ruas jalan penghubung Desa Rimba Langgeh–Suak Bidok kita tingkatkan menjadi jalan aspal,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, proyek ini merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Infrastruktur jalan yang memadai dinilai sangat penting untuk memperlancar distribusi hasil pertanian serta mendukung akses pendidikan dan layanan masyarakat.
“Ini adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk memastikan akses antar desa semakin layak. Kita tidak ingin lagi warga kesulitan membawa hasil tani atau anak sekolah terkendala karena kondisi jalan,” tambahnya.
Ia menjelaskan, proyek pengaspalan tersebut dikerjakan oleh CV By Konstruksi dengan pagu anggaran sebesar Rp470.650.000 yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2026. Panjang jalan yang ditangani sekitar 180 meter dengan lebar 4 meter.
Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap pelapisan pondasi agregat. Untuk memastikan kualitas, tim teknis PUPR akan melakukan uji coba terlebih dahulu sebelum proses pengaspalan dilakukan.
“Jika sudah sesuai spesifikasi teknis, baru dilakukan pengaspalan. Kami pastikan kualitas aspal yang digunakan memiliki daya tahan yang baik,” jelasnya.
Pemerintah berharap pembangunan ini dapat meningkatkan konektivitas antar desa serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. (*)













