Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak ekonomi umat dengan menyalurkan zakat perusahaan dan pegawai sebesar Rp289 miliar kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Penyerahan zakat tersebut sekaligus mengukuhkan BSI sebagai pembayar zakat korporasi terbesar di Indonesia.
Zakat yang disalurkan terdiri dari Rp250,3 miliar zakat perusahaan dan Rp39,5 miliar zakat pegawai. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama Anggoro Eko Cahyo kepada Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid di Jakarta, Rabu (1/4/2026), disaksikan jajaran pimpinan kedua institusi.
Sepanjang 2025, total zakat yang disetorkan BSI meningkat 7,77 persen secara tahunan (year on year). Secara kumulatif, sejak berdiri pada 2021 hingga 2025, total zakat yang telah disalurkan BSI mencapai Rp1,07 triliun.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa zakat merupakan bagian dari strategi utama perusahaan dalam menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan.
“Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan kebermanfaatan bagi masyarakat. Zakat kami posisikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi umat dan mendorong pemerataan kesejahteraan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dana zakat yang dihimpun BSI telah menjadi katalisator penguatan ekonomi umat. Pada tahun 2025, dari penyaluran zakat tahun sebelumnya sebesar Rp268,6 miliar, BSI mampu menjangkau lebih dari 1,2 juta penerima manfaat melalui lebih dari 40 program di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, hingga dakwah dan advokasi.
Dalam implementasinya, BSI menggandeng BAZNAS RI dan BSI Maslahat untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan mustahik. Di antaranya melalui pengembangan 77 Desa BSI, Sentra UMKM, program beasiswa BSI Scholarship bagi lebih dari 10 ribu pelajar dan mahasiswa, serta program Rumah Qur’an.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengapresiasi kontribusi BSI sebagai salah satu penyumbang zakat terbesar di Indonesia.
“Kami berterima kasih kepada Bank Syariah Indonesia yang menjadi kontributor terbesar pembayar zakat. Dana ini akan kami kelola dan distribusikan untuk program-program yang berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi umat,” ujarnya.
Selain penyaluran zakat, BSI juga terus mempermudah masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) melalui berbagai kanal, baik offline di lebih dari 1.100 kantor cabang maupun kanal digital seperti ATM, QRIS, BSI Mobile, hingga superapps BYOND by BSI.
Sepanjang 2025, penghimpunan dana sosial melalui berbagai kanal BSI mencapai Rp236 miliar dengan total 10,5 juta transaksi. Tren tersebut terus meningkat pada 2026, seiring dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam berzakat.
Kinerja sosial tersebut turut ditopang oleh kinerja bisnis BSI yang solid. Pada 2025, perseroan mencatatkan laba sebesar Rp7,57 triliun atau tumbuh 8,02 persen secara tahunan, dengan jumlah nasabah mencapai 23 juta.
Ke depan, BSI berkomitmen untuk terus memperluas dampak sosial melalui optimalisasi penghimpunan dan penyaluran ZISWAF, serta penguatan layanan digital yang inklusif.
“Melalui inovasi layanan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, kami ingin memastikan bahwa keuangan syariah tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Anggoro.(*)













