Aceh Besar — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan dan membantu masyarakat melalui penyaluran bantuan pangan. Sebanyak 62.118 warga di Aceh Besar menjadi sasaran program bantuan beras dan minyak goreng (Minyakita) untuk alokasi Februari–Maret 2026.
Penyaluran bantuan tersebut secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. H. Syukri A. Jalil, bersama Kepala Dinas Pangan Aceh Drs. Surya Rayendra serta Pimpinan Perum Bulog Kanwil Aceh Ihsan, di Gampong Lampuuk, Kecamatan Kuta Baro, Rabu (18/3/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Syukri menegaskan bahwa program bantuan pangan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Pemerintah terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program bantuan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Pada penyaluran simbolis di Gampong Lampuuk, bantuan diberikan kepada 32 keluarga penerima manfaat dengan total 640 kilogram beras dan 128 liter minyak goreng.
Syukri juga menyampaikan bahwa program bantuan tahun ini mengalami peningkatan, tidak hanya berupa beras, tetapi juga ditambah minyak goreng sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah dalam menekan laju inflasi.
“Ini merupakan bagian dari upaya pengendalian harga bahan pokok. Tahun ini bantuan kita tambah dengan minyak goreng agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah. Menurutnya, masih banyak potensi yang dapat dimanfaatkan, seperti lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada, menanam cabai, sayuran, dan kebutuhan lainnya. Ini penting untuk mendukung kemandirian pangan,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra, menambahkan bahwa program bantuan ini juga diiringi dengan gerakan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
“Kami terus mendorong masyarakat untuk menanam di pekarangan rumah agar tidak sepenuhnya bergantung pada pasar,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah melakukan berbagai intervensi, seperti operasi pasar dan gerakan pangan murah, guna menjaga stabilitas harga menjelang Idul Fitri.
Di sisi lain, Pimpinan Perum Bulog Kanwil Aceh, Ihsan, menjelaskan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan beras sebanyak 16.385 ton untuk alokasi Februari–Maret 2026 yang akan didistribusikan secara bertahap ke seluruh kabupaten/kota di Aceh. Selain itu, juga disalurkan 3.277.120 liter minyak goreng Minyakita.
“Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ihsan juga memastikan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman dan mencukupi. Bulog Aceh pun terus memperkuat stok melalui penyerapan gabah dari petani lokal sebagai dukungan terhadap program swasembada pangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pangan Aceh Besar Alyadi, SPi., MM, Camat Kuta Baro Zahrul Bawadi, MM, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan warga Aceh Besar.(*)













