Banda Aceh – Pemerintah Aceh menyampaikan sejumlah poin penting terkait pelaksanaan realisasi Bantuan Meugang Presiden menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyusul terbitnya petunjuk pelaksanaan dari Menteri Dalam Negeri.
Muhammad MTA menjelaskan, Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan surat Nomor 400.6/848/SJ tertanggal 12 Februari 2026 tentang Penggunaan Bantuan Presiden untuk Meugang Menjelang Bulan Ramadan Tahun 2026. Surat tersebut menjadi dasar hukum pelaksanaan bantuan di seluruh kabupaten/kota di Aceh.
“Berujuk pada surat tersebut, para Bupati diperintahkan untuk segera melakukan belanja pembelian sapi lokal melalui dinas atau SKPD terkait. Tentu pelaksanaannya dilakukan dengan perubahan penjabaran APBK dan cukup melaporkan perubahan tersebut kepada pimpinan DPRK,” ujar Muhammad MTA, Sabtu (14/2/2026).
Ia menegaskan, bantuan Meugang Presiden wajib disalurkan dalam bentuk daging, bukan uang tunai. Artinya, masyarakat penerima manfaat akan menerima daging sapi yang telah dipotong dan didistribusikan sesuai mekanisme yang diatur.
“Ketentuan ini sudah sangat tegas. Bantuan tidak boleh dalam bentuk uang, melainkan daging yang sudah dipotong. Ini untuk memastikan tujuan program benar-benar tercapai dan tepat sasaran,” katanya.
Menurutnya, arahan dan petunjuk dari Mendagri tersebut telah memperjelas mekanisme pelaksanaan agar dapat dijalankan secara baik, transparan, dan penuh tanggung jawab oleh pemerintah kabupaten/kota.
Gubernur Aceh, lanjutnya, berharap seluruh Bupati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dapat melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan oleh SKPD terkait. Selain itu, koordinasi komprehensif dengan para geuchik di gampong-gampong juga dinilai penting agar distribusi bantuan berjalan lancar.
“Gubernur berharap pelaksanaan distribusi Bantuan Presiden ini dapat berjalan sukses dan membawa berkah bagi masyarakat terdampak dalam menyambut Ramadan,” ujarnya.
Muhammad MTA juga menambahkan, berbagai langkah pemulihan pascabencana terus dilakukan di bawah supervisi ekstra Pemerintah Pusat. Dalam setiap kesempatan, Gubernur Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu dan bekerja bersama demi kebangkitan Aceh.
“Kita ingin Aceh bangkit dari bencana ini. Semangat kebersamaan menjadi kunci agar Aceh menjadi lebih baik ke depan,” pungkasnya.(*)













