Aceh Besar — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus mendorong penguatan sarana keagamaan sebagai pusat pembinaan umat dan aktivitas sosial masyarakat. Komitmen tersebut tercermin dalam peresmian Program Revitalisasi Fasilitas Umum dan Masjid (VISUM) di Masjid Babussalam, Gampong Lamkunyet, Kecamatan Darul Kamal, Rabu (4/2/2026), yang ditandai dengan penarikan tirai oleh Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram.
Program VISUM merupakan bagian dari penyaluran Dana Kebajikan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang difokuskan pada revitalisasi sarana ibadah serta fasilitas pendukung kemasyarakatan. Kehadiran program ini diharapkan mampu memperkuat fungsi masjid mukim tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Peresmian tersebut berlangsung khidmat dan turut dihadiri Anggota DPRA Aceh Dr. Ansari Muhammad, S.Pt., M.Si., anggota DPRK Aceh Besar, unsur Forkopimcam Darul Kamal, para imum mukim, keuchik dari empat gampong dalam Kemukiman Lamkunyet, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah yang memadati area masjid.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar menyampaikan apresiasi kepada PT PNM dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyelesaikan revitalisasi Masjid Babussalam. Ia menilai dukungan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam membangun fasilitas keagamaan yang representatif.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan masyarakat, khususnya Kemukiman Lamkunyet, kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada PNM. Alhamdulillah, masjid yang sebelumnya belum rampung kini sudah layak dan nyaman digunakan untuk beribadah,” ujar Syech Muharram.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan sekadar membangun masjid, melainkan memastikan kemakmurannya melalui kehadiran jamaah dalam pelaksanaan shalat lima waktu serta kegiatan keagamaan lainnya.
“Di Aceh, masjid sangat banyak. Namun yang ramai sering kali hanya saat Jumat, hari raya, atau awal Ramadan. Padahal ukuran kemakmuran masjid adalah shalat lima waktu. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya pembagian peran yang jelas antara Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan Imum Syiek agar tata kelola masjid berjalan harmonis. BKM diharapkan berfokus pada pengelolaan fasilitas dan kemakmuran masjid, sementara aspek peribadatan berada dalam ranah Imum Syiek.
Pada kesempatan itu, Syech Muharram turut mendorong aparatur gampong dan masyarakat agar aktif mengusulkan program pembangunan. Menurutnya, dengan luas wilayah yang mencakup 604 gampong dan 68 mukim, percepatan pembangunan hanya dapat terwujud melalui partisipasi aktif masyarakat.
“Aceh Besar ini luas. Tidak mungkin semuanya terjangkau tanpa adanya usulan. Jika kita gigih mengusul, insyaallah akan sampai,” katanya.
Ia juga menyinggung rencana pengembangan irigasi teknis di Darul Kamal agar aliran air dapat menjangkau persawahan di Lamkunyet. Dengan sistem irigasi yang baik, petani diharapkan mampu meningkatkan frekuensi tanam hingga dua atau tiga kali dalam setahun, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan.
Selain itu, Bupati meminta camat dan keuchik untuk memastikan status jalan yang dikeluhkan masyarakat, apakah merupakan jalan kabupaten atau jalan desa, agar penanganannya sesuai kewenangan serta tidak menyalahi ketentuan anggaran.
Dalam arahannya, ia juga menyoroti aktivitas galian C di Kecamatan Darul Kamal yang dinilai belum memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), bahkan berpotensi merusak lingkungan.
“Ini sangat disayangkan. Alam kita rusak, jalan rusak, masyarakat terdampak, tetapi daerah tidak memperoleh manfaat,” ujarnya.
Bupati berharap para pelaku usaha dapat mematuhi aturan, termasuk melakukan reklamasi dan penghijauan pascatambang guna mencegah kerusakan lingkungan dan potensi bencana.
Sementara itu, Pimpinan Cabang PT PNM Aceh, Agung Otonomo, menjelaskan bahwa VISUM merupakan program nasional dalam ekosistem BUMN yang kini dikelola melalui Danantara. Selain fokus pada pembiayaan ultra mikro dan mikro syariah seperti Mekaar Syariah dan UMKM Syariah, PNM juga menjalankan tanggung jawab sosial melalui revitalisasi fasilitas umum.
Ia menyebutkan bahwa Masjid Babussalam menjadi lokasi perdana pelaksanaan Program VISUM di Aceh. Pemilihan Lamkunyet, menurutnya, merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami, masjid ini tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga menjadi pusat kebersamaan, pusat iman, dan tempat membangun generasi. Jika masjid nyaman, insyaallah jamaah semakin rajin dan anak-anak semakin semangat mengaji,” ungkapnya.
Imum Mukim Lamkunyet, Biluy Rusdi, S.Pd., turut menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Revitalisasi tersebut meliputi pengecatan masjid, pembangunan sumur bor, tempat wudhu, pagar, serta bantuan material seperti semen yang mempercepat pembangunan masjid di wilayah mukim.
“Kami berharap bantuan ini membawa semangat baru untuk memakmurkan masjid. Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang bermusyawarah dan memperkuat ukhuwah,” ujarnya.
Usai peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran santunan kepada 18 anak yatim di Kecamatan Darul Kamal oleh PT PNM Aceh. Selain itu, digelar pula program Membina dan Memberdaya (MBA Maya) serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan.(*)













