Banda Aceh — Harga emas di Kota Banda Aceh mengalami penurunan sekitar Rp100 ribu per mayam dibandingkan hari sebelumnya. Meski demikian, minat beli masyarakat tetap tinggi karena emas dinilai masih menjadi instrumen investasi yang aman dan menjanjikan.
Pedagang Toko Emas Italy Pasar Aceh, M. Dava Farah Sabirah, mengatakan harga emas pada Kamis (22/1/2026) diperdagangkan di kisaran Rp8.550.000 per mayam untuk emas tanpa ongkos pembuatan. Sementara emas dengan ongkos pembuatan dijual sekitar Rp8.650.000 per mayam.
“Harga emas dari kemarin mengalami penurunan sekitar Rp100 ribu, dari tanggal 21 ke 20 Januari. Penurunan ini dipengaruhi kondisi global yang masih relatif stabil dan belum adanya ketegangan politik internasional yang signifikan,” ujarnya.
Menurut Dava, arah pergerakan harga emas selanjutnya sangat dipengaruhi oleh dinamika politik global, khususnya kebijakan Amerika Serikat. Ia menyebutkan, perkembangan situasi internasional pada malam 22 Januari akan menjadi penentu apakah harga emas pada 23 Januari akan kembali naik atau justru turun.
“Biasanya harga emas sangat sensitif terhadap isu politik global. Jika terjadi ketegangan, harga emas cenderung naik,” jelasnya.
Meski harga sempat turun, aktivitas transaksi di pasar emas Banda Aceh masih didominasi pembeli. Dava mengungkapkan sekitar 90 persen masyarakat memilih membeli emas, sementara hanya 10 persen yang menjual.
“Masyarakat sudah paham bahwa ke depan harga emas cenderung naik. Karena itu, mereka tetap memilih membeli daripada menjual,” katanya.
Untuk emas batangan Antam, harga saat ini berada di kisaran Rp3.150.000 per gram. Tingginya harga tersebut disebabkan kelangkaan stok di pasaran.
“Emas Antam memang sedang langka, sehingga harganya naik cukup drastis. Bukan hanya Antam, emas batangan merek lain seperti UBS, Lotus, Rilopa, dan LFUBS juga sulit didapat dan banyak diburu masyarakat,” tambahnya.
Ia menilai, tingginya minat masyarakat membeli emas menunjukkan kepercayaan bahwa harga emas dalam jangka panjang akan terus meningkat dan tidak akan kembali ke harga rendah seperti beberapa tahun lalu.(*)












