Sabang – Hamparan pasir hitam legam yang berpadu dengan birunya laut menjadi pemandangan pertama yang menyambut pengunjung di Pantai Anoi Itam. Berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat Kota Sabang, pantai yang berada di Pulau Weh ini dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan dengan karakter geologi unik serta nilai sejarah yang kuat.
Berbeda dengan pantai berpasir putih pada umumnya, Anoi Itam memiliki pasir vulkanik berwarna hitam pekat. Warna tersebut berasal dari aktivitas vulkanik purba yang membentuk Pulau Weh ribuan tahun lalu. Kandungan mineral dalam pasir menciptakan kontras yang mencolok dengan air laut berwarna biru kehijauan, menghasilkan lanskap eksotis yang jarang ditemukan di wilayah lain di Aceh.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menyebut Pantai Anoi Itam memiliki karakteristik geologi yang menjadi keunggulan tersendiri dalam pengembangan pariwisata daerah.
“Pantai Anoi Itam memiliki pasir hitam yang terbentuk dari aktivitas vulkanik purba di Pulau Weh dan menjadi ciri khas tersendiri bagi Sabang. Keunikan ini dipadukan dengan air laut yang jernih serta panorama matahari terbit dan terbenam yang memukau,” ujar Harry, Minggu (18/01/2026).
Menurutnya, potensi tersebut mendukung konsep wisata berbasis alam dan sejarah yang saat ini terus dikembangkan Pemerintah Kota Sabang. Kombinasi antara kekayaan geologi, panorama bahari, serta peninggalan sejarah menjadikan Anoi Itam sebagai destinasi dengan daya saing kuat.
Selain panorama pantai yang memikat, kawasan ini juga menyimpan kekayaan bawah laut yang masih relatif terjaga. Terumbu karang di beberapa titik perairan menjadi habitat beragam biota laut tropis. Wisatawan dapat melakukan snorkeling untuk menikmati keindahan ikan-ikan kecil yang berenang di sela-sela karang.
Ombak di Pantai Anoi Itam cenderung tenang pada musim tertentu, sehingga relatif aman untuk aktivitas rekreasi keluarga. Namun demikian, pengunjung tetap diimbau berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berenang atau snorkeling.
Daya tarik lain yang tidak kalah menarik adalah keberadaan Benteng Jepang di atas perbukitan sekitar pantai. Bangunan pertahanan peninggalan Perang Dunia II itu berdiri kokoh menghadap laut lepas. Dari lokasi bunker, pengunjung dapat menyaksikan panorama Samudera Hindia yang luas, sekaligus memahami jejak sejarah Sabang sebagai wilayah strategis di masa lampau.
Ketua Pokdarwis Iboih, Suhaimi, mengatakan Pantai Anoi Itam semakin diminati wisatawan karena menawarkan paket wisata yang lengkap.
“Wisatawan tidak hanya menikmati panorama dan snorkeling, tetapi juga bisa mengunjungi bunker Jepang serta mencicipi kuliner khas seperti rujak buah Anoi Itam. Suasana yang tenang membuat pengunjung betah berlama-lama di kawasan ini,” kata Suhaimi.
Ia menambahkan, akses menuju Pantai Anoi Itam relatif mudah. Perjalanan dari pusat Kota Sabang dapat ditempuh sekitar 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Kondisi jalan yang memadai turut mendukung peningkatan kunjungan, baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara.
Pada akhir pekan dan musim liburan, pantai ini tampak dipadati pengunjung. Sebagian datang untuk menikmati suasana santai di tepi pantai, sebagian lainnya berburu foto dengan latar pasir hitam yang kontras. Momen matahari terbit menjadi salah satu yang paling dinanti, ketika cahaya keemasan memantul di permukaan pasir gelap, menciptakan efek visual dramatis.
Selain keindahan alamnya, keberadaan pelaku usaha lokal turut memperkaya pengalaman wisata. Warung-warung sederhana di sekitar pantai menyediakan aneka kuliner khas, mulai dari rujak buah hingga hidangan laut segar. Kehadiran usaha mikro ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
Pengelola dan warga sekitar juga terus berupaya menjaga kebersihan kawasan pantai. Edukasi kepada wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan kelompok sadar wisata diharapkan mampu mendorong pengembangan yang berkelanjutan tanpa merusak ekosistem.
Pantai Anoi Itam menjadi contoh bagaimana potensi alam dan sejarah dapat dikemas menjadi daya tarik wisata yang kuat. Keunikan pasir hitam eksotis, kejernihan air laut, serta jejak sejarah masa perang menjadikannya destinasi yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memperkaya wawasan.
Di ujung barat Indonesia, Anoi Itam berdiri sebagai mutiara bahari yang menyatukan cerita geologi dan sejarah dalam satu lanskap memikat. Setiap langkah di atas pasir hitamnya seakan mengingatkan bahwa Sabang bukan hanya tentang keindahan laut, tetapi juga tentang perjalanan panjang bumi dan manusia yang membentuknya.(*)












