EkonomiHeadline

Harga Emas di Banda Aceh Terus Naik, Tembus Rp7,9 Juta per Mayam

×

Harga Emas di Banda Aceh Terus Naik, Tembus Rp7,9 Juta per Mayam

Share this article

*Dipicu Isu Geopolitik Global

Aktivitas jual beli emas di Toko Emas Italy, Pasar Aceh, Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026). Harga emas per mayam tercatat naik hingga Rp7.900.000, dipicu meningkatnya permintaan dan sentimen geopolitik global. Foto: (Suara Aceh).

Banda Aceh — Harga emas di Kota Banda Aceh kembali mengalami kenaikan pada Sabtu, 10 Januari 2026. Di tingkat pedagang, harga emas per mayam tercatat berada di kisaran Rp7.900.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan.

Pedagang Toko Emas Italy Pasar Aceh, M. Dava Farah Sabirah, mengatakan harga tersebut naik dibandingkan hari sebelumnya. Dalam satu hari terakhir, harga emas mengalami kenaikan sekitar Rp80.000 per mayam.
“Dari kemarin sudah naik. Sekarang di angka Rp7,9 juta per mayam, sebelumnya di kisaran Rp7,8 juta. Kenaikan ini cukup terasa,” ujar Dava.

Ia menilai, lonjakan harga emas dalam sebulan terakhir dipengaruhi oleh berbagai isu geopolitik global yang memicu kekhawatiran pasar internasional. Kondisi tersebut mendorong investor untuk beralih ke emas sebagai aset aman (safe haven).
“Situasi politik dunia sekarang lebih condong ke emas. Kalau saham, sangat tergantung kondisi perusahaan. Dalam keadaan seperti ini, banyak saham justru melemah,” katanya.

Dava memperkirakan harga emas masih berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat, seiring meningkatnya minat beli dari investor luar negeri. Negara-negara besar seperti China, kata dia, berpeluang melakukan pembelian emas dalam jumlah besar.
“Kalau investor asing sudah masuk dan memborong emas, harga bisa naik lagi. Tidak menutup kemungkinan bisa tembus Rp8 juta per mayam,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa aktivitas transaksi saat ini masih didominasi pembelian. Sekitar 80 persen masyarakat memilih membeli emas, sementara 20 persen lainnya menjual.
“Antusias masyarakat masih tinggi. Harapan kami, masyarakat tetap melihat emas sebagai investasi jangka panjang,” katanya.

Menurut Dava, kecil kemungkinan harga emas kembali turun seperti beberapa tahun lalu. Hal itu disebabkan kebutuhan dan permintaan emas yang terus meningkat setiap tahun.
“Kalau ditanya bisa turun seperti dulu, saya rasa tidak. Harga emas akan terus naik karena kebutuhan meningkat dan semakin banyak orang memilih emas sebagai instrumen investasi,” pungkas Dava. (*)