Bireuen – Deru mesin kendaraan saling bersahutan di ruas Jalan Medan–Banda Aceh. Di depan Jembatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, antrean kendaraan mengular. Sebagian pengendara memilih bersabar, sebagian lain justru mencoba “menang sendiri” dengan menerobos dari jalur berlawanan. Di titik inilah ketegasan petugas lalu lintas diuji.
Siang itu, personel Satuan Lalu Lintas Polres Bireuen tampak berdiri di tengah kepadatan arus kendaraan. Dengan suara lantang, mereka mengingatkan setiap pengendara agar tidak menyalip dan mengikuti antrean yang sudah terbentuk. Imbauan disampaikan berulang kali, bukan tanpa alasan satu kendaraan yang menerobos bisa memicu kemacetan panjang.
“Syara mentuah, bagi yang melintas, mohon jangan menyalip.
Ikuti aturan dan petugas di lapangan demi kelancaran,” seru seorang petugas, berusaha menenangkan situasi sekaligus memberi pemahaman.
Namun, alasan klasik tetap terdengar. Ada yang mengaku hanya ingin menjemput rombongan, ada pula yang merasa sebentar saja masuk jalur sudah cukup.
Bagi petugas, alasan apa pun tak bisa membenarkan pelanggaran. Justru perilaku semacam inilah yang kerap membuat kemacetan semakin parah.
“Yang begini-begini inilah yang bikin macet. Nanti saat ditilang atau ditindak, petugas yang disalahkan,” ujar petugas dengan nada tegas.
Beberapa pengendara akhirnya diminta putar balik. Keputusan itu diambil demi menghormati pengguna jalan lain yang sudah tertib mengantre sejak awal. Meski sempat terjadi adu argumen singkat, petugas tetap pada pendiriannya: aturan harus ditegakkan.
Bripka Rahmad Hidayat, personel Satlantas Polres Bireuen, menegaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan demi kepentingan bersama.
“Intinya untuk kelancaran masyarakat. Kita semua ada aturan dan harus saling menghargai,” ujarnya.
Di tengah kepadatan lalu lintas Jembatan Kutablang, ketegasan petugas menjadi pengingat bahwa jalan raya adalah ruang bersama. Keselamatan dan kelancaran tak bisa terwujud jika setiap orang hanya mementingkan dirinya sendiri.
Satlantas Polres Bireuen pun kembali mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu dan arahan petugas karena tertib berlalu lintas dimulai dari kesadaran masing-masing pengendara.(*)













