HeadlineNasional

BNPB Pastikan Distribusi Logistik dan Air Bersih Pascabanjir Aceh Terus Berjalan Optimal

×

BNPB Pastikan Distribusi Logistik dan Air Bersih Pascabanjir Aceh Terus Berjalan Optimal

Share this article
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari. Foto: (Suara Aceh).

Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana memastikan distribusi logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berjalan secara berkelanjutan dan terkoordinasi, terutama di wilayah-wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses darat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyampaikan bahwa saat ini BNPB menyiapkan buffer stock logistik sekitar 40 ton yang akan terus ditambah dan didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Distribusi logistik kita lakukan setiap hari dengan memanfaatkan berbagai moda, baik udara, darat, maupun laut. Untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat, moda darat sudah berfungsi optimal. Sementara untuk Aceh, distribusi dilakukan secara berjenjang,” ujar Abdul Muhari, Senin (22/12/2025).

Ia menjelaskan, untuk wilayah Aceh, logistik didropping menggunakan helikopter ke posko-posko kabupaten dan kota. Selanjutnya, pemerintah daerah menyalurkan bantuan ke masyarakat melalui kecamatan, desa, hingga langsung ke warga terdampak.
Khusus daerah dengan akses darat yang masih terbatas, seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah, distribusi logistik dilakukan melalui jalur udara berdasarkan koordinat titik pengungsian yang dilaporkan setiap hari oleh camat, kepala desa, aparatur gampong, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
“Sorti helikopter dilakukan secara berkala. Kami mencatat titik-titik droping untuk kemudian dilakukan pengisian ulang cadangan makanan satu hingga dua hari berikutnya. Pola ini terus berjalan agar kebutuhan harian masyarakat tetap terpenuhi,” jelasnya.

Selain jalur udara, distribusi logistik juga dilakukan melalui jalur darat menggunakan kendaraan roda dua, motor trail, serta personel teknik Polri yang berjalan kaki untuk menjangkau wilayah perbukitan dan lokasi yang sulit diakses kendaraan.
BNPB juga menaruh perhatian serius terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.

Selain distribusi air bersih menggunakan mobil tangki dan penempatan tandon air di titik-titik pengungsian, saat ini TNI, Polri, BUMN, pihak swasta, dan BNPB bersama-sama membangun sumur bor di sejumlah lokasi strategis.
“Pembangunan sumur bor ini menjadi solusi jangka menengah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih, sambil menunggu perbaikan sistem PDAM yang saat ini masih terganggu akibat kerusakan pipa dan sumber air,” kata Abdul Muhari.

Ia menambahkan, gangguan pada sistem PDAM tidak hanya disebabkan kerusakan jaringan pipa, tetapi juga kondisi sumber air yang terdampak longsor dan sedimentasi, sehingga memerlukan waktu tambahan untuk pemulihan.
Untuk itu, dalam satu hingga dua pekan ke depan, BNPB akan mengoptimalkan pembangunan sumur bor yang dilengkapi jaringan pipa guna menjangkau titik-titik pengungsian dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Upaya ini tidak hanya dilakukan di Aceh, tetapi juga di wilayah terdampak di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Target kami, saat memasuki fase transisi darurat dan pemulihan awal, distribusi logistik dan air bersih sudah merata dan berkelanjutan,” pungkas Abdul Muhari.(*)