Banda Aceh – Anggota DPR RI asal Aceh, TA Khalid, menyampaikan kritik keras terhadap laporan yang disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia terkait pemulihan listrik pascabencana di Aceh. Ia menegaskan bahwa data yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto tidak akurat dan berpotensi menyesatkan pengambilan kebijakan nasional.
Dalam pernyataannya, TA Khalid menyinggung klaim seorang menteri yang melaporkan kepada Presiden bahwa 93 persen wilayah Aceh sudah kembali menikmati aliran listrik pada malam hari. Menurutnya, informasi itu jauh dari kenyataan di lapangan.
“Malam ini nyala, Pak, 93 persen malam ini Aceh semua menyala, begitu laporan yang disampaikan. Padahal faktanya, sampai tadi malam, masyarakat Aceh masih gelap,” ujar TA Khalid dengan tegas, Senin malam (8/12/2025).
Ia menambahkan, bukan hanya daerah-daerah terdampak yang masih kesulitan listrik, bahkan di pusat kota sekalipun pemulihan belum maksimal.
“Di Kota Banda Aceh saja masih gelap sebagian, apalagi daerah-daerah kabupaten yang berdampak langsung mengalami kerusakan jaringan yang berat,” tambahnya.
TA Khalid mengingatkan bahwa memberikan laporan tidak sesuai realitas kepada Presiden membawa risiko besar terhadap kualitas keputusan negara.
“Efeknya, kalau kita bohongi Pak Presiden, pengambilan kebijakannya nanti salah. Siapapun presidennya, tidak mungkin bisa menyelesaikan masalah dengan benar bila datanya tidak benar,” katanya.
Menurutnya, dari hasil pemantauan di lapangan, tingkat pemulihan listrik di Aceh belum mendekati angka yang dilaporkan.
“Listrik Aceh memang mulai membaik, tetapi tidak sampai 93 persen. Paling sekitar 40–60 persen, itu pun bervariasi antarwilayah,” tegasnya.
TA Khalid meminta seluruh jajaran kementerian untuk lebih berhati-hati sebelum menyampaikan laporan kepada Presiden.
“Saya berharap kepada para menteri, berikanlah data yang real dan faktual. Jangan hanya asal menyenangkan Presiden dengan data-data yang tidak benar,” ujarnya.
Ia menegaskan, sebagai pembantu Presiden, para menteri memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk memastikan setiap laporan yang diteruskan adalah benar-benar sesuai fakta di lapangan.
TA Khalid menyerukan pentingnya transparansi agar Presiden Prabowo dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam memulihkan kondisi Aceh.
“Mari kita berikan data yang real agar Pak Presiden Haji Prabowo Subianto bisa mengambil sikap, tindakan, dan kebijakan yang benar dan sesuai fakta di lapangan,” katanya.
TA Khalid ini juga meminta para pengambil kebijakan pusat agar mempercepat pemulihan listrik di Aceh dan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah serta stakeholder terkait lainnya.(*)













