Jakarta – PT Surveyor Indonesia (Persero) dan PT Sucofindo (Persero) memperkuat sinergi strategis dengan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang penguatan tata kelola, transparansi, dan efisiensi sektor hulu minyak dan gas bumi di Aceh.
Kegiatan yang berlangsung di Jakarta itu diawali dengan tarian Ratoh Jaroe dan penampilan aksesoris kepala khas Aceh, sebagai simbol penghargaan dan semangat kemitraan antara PT Surveyor Indonesia dan BPMA.
Acara turut dihadiri oleh Kepala BPMA Nasri Djalal beserta jajaran, General Manager KKKS seperti PT Medco E&P Malaka, PT Pema Global Energi, Triangle Pase Inc., Conrad Asia Energy Ltd., dan PT Aceh Energy. Hadir pula Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Jobi Triananda Hasjim, serta jajaran pimpinan senior PT Surveyor Indonesia.
Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Sandry Pasambuna, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat peran nasional dalam pengelolaan energi daerah secara profesional dan berintegritas.
“Kami percaya sektor hulu migas tidak hanya tentang produksi, tetapi juga kedaulatan energi dan tanggung jawab lintas generasi. Kolaborasi ini adalah wujud komitmen kami untuk memastikan pembangunan energi di Aceh berjalan berlandaskan integritas dan keberlanjutan,” ujar Sandry.
Sandry menambahkan, PT Surveyor Indonesia akan memperluas kehadiran dan layanan teknisnya di Aceh sebagai kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kehadiran kami bukan hanya untuk mendukung sektor migas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Kepala BPMA, Nasri Djalal, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas rantai nilai sektor hulu migas Aceh.
“Nota kesepahaman ini merupakan langkah strategis sekaligus value chain yang efektif. Melalui kolaborasi ini, KKKS di sektor hulu migas Aceh dapat lebih optimal memanfaatkan layanan pengujian, inspeksi, sertifikasi, konsultansi, dan verifikasi dari PT Surveyor Indonesia dan PT Sucofindo,” ujarnya.
Direktur Utama PT Sucofindo, Jobi Triananda Hasjim, turut memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin.
“Kami mendukung langkah bersama ini untuk memperkuat tata kelola migas Aceh yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Ini merupakan upaya nyata membantu BPMA mewujudkan visinya sebagai pusat keunggulan pengelolaan migas daerah yang efisien, inovatif, dan berdaya saing global,” jelasnya.
Momentum ini menjadi penegasan komitmen PT Surveyor Indonesia sebagai mitra strategis dalam mendorong kemandirian energi bangsa dan memperkuat daya saing industri nasional.
“Kami hadir bukan hanya sebagai penyedia jasa pemastian, tetapi sebagai mitra yang tumbuh dan berjuang bersama untuk menjadikan industri energi Indonesia tangguh dan berdaya saing global,” tutup Sandry.
Didirikan pada 1 Agustus 1991, PT Surveyor Indonesia awalnya berperan membantu pemerintah memperlancar arus barang modal dan peralatan melalui jasa pemeriksaan pra-pengapalan bertaraf internasional. Kini, sebagai bagian dari IDSurvey, perusahaan menjadi pemimpin industri Testing, Inspection, Certification, and Consultation (TICC) yang berkontribusi pada pertumbuhan industri nasional.
Dengan jaringan 9 kantor cabang, 4 kantor perwakilan, dan laboratorium di seluruh Indonesia, PT Surveyor Indonesia terus berkomitmen memberikan layanan profesional, inovatif, dan terpercaya bagi klien, masyarakat, dan bangsa.(*)













