Banda Aceh – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Dr. Musriadi, S.Pd., M.Pd., mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh untuk menyusun belanja daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Perubahan 2025 secara efektif dan efisien.
Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, belanja daerah harus diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas dengan memperhatikan skala prioritas.
“Belanja harus lebih diprioritaskan pada beberapa aspek. Pertama adalah peningkatan kualitas pelayanan publik, ada bidang kesehatan, pendidikan dan pelayanan administrasi seperti peningkatan mutu dan pemerataan akses sekolah,” kata Musriadi, Kamis (4/9/2025).
Ia menegaskan bahwa pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan masih menjadi kebutuhan utama masyarakat, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dalam penyusunan APBK Perubahan. Selain itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi fokus penting yang harus diakomodasi oleh Pemko.
“Kedua, pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya UMKM. Ketiga, perbaikan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada kebutuhan warga terutama jalan lingkungan, drainase, dan penerangan di Kota Banda Aceh,” ujar Musriadi.
Dia juga menyoroti pentingnya pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan riil di lapangan. Ia meminta agar program-program pembangunan dirancang berdasarkan urgensi dan skala prioritas.
“Program pembangunan yang disusun harus berbasis skala prioritas dengan fokus pada kebutuhan mendesak masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Musriadi mendorong Pemko Banda Aceh untuk aktif mencari sumber pendanaan tambahan guna mempercepat pembangunan kota. Ia menyarankan agar Pemko lebih gencar melakukan komunikasi dan lobi dengan pemerintah pusat maupun provinsi.
“Saya juga minta agar Pemko Banda Aceh terus melobi pemerintah pusat dan provinsi untuk memperoleh dukungan pendanaan melalui DAK, APBN, APBA, maupun skema khusus lainnya, sehingga pembangunan kota dapat dipercepat,” pungkasnya. [*]













