Banda Aceh – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh menetapkan kepengurusan baru Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) periode 2025–2030 melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) VI yang digelar serentak secara nasional. Selain itu, PKS Aceh juga menegaskan sikap politiknya dengan mendukung pemerintahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).
Ketua DPW PKS Aceh terpilih, Ismunandar, akan memimpin partai selama lima tahun ke depan bersama jajaran pengurus hasil Pemilihan Raya (Pemira) kader PKS pada 31 Mei 2025. Pemira dilakukan secara terbuka melalui mekanisme e-voting, melibatkan partisipasi kader dari seluruh Aceh.
Struktur baru DPTW PKS Aceh antara lain: Bustanul Arifin sebagai Ketua MPW, T. Syahrizal sebagai Sekretaris MPW, Kasibun Daulay sebagai Sekretaris DPW, Saifunsyah sebagai Bendahara, Wahyudi sebagai Ketua Bidang Kaderisasi, serta Surianto Sudiman dan Afrial Hidayat masing-masing sebagai Ketua dan Sekretaris DSW.
Dalam sikap politiknya, PKS Aceh menegaskan dukungan terhadap sejumlah program prioritas pemerintahan Mualem, antara lain:
Memperjuangkan dana otonomi khusus (otsus) abadi untuk rakyat Aceh,
Percepatan penyerahan lahan Blang Padang ke Pemerintah Aceh,
Dukungan penuh terhadap UMKM dan penciptaan lapangan kerja baru,
Penguatan ketahanan keluarga serta perlindungan perempuan-anak dari kemiskinan dan stunting,
Dorongan bagi Pemerintah Aceh untuk konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar, menegaskan bahwa Muswil VI bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum konsolidasi internal.
“Muswil VI menjadi bukti regenerasi partai yang sehat, dengan melibatkan kader muda dan energi baru. PKS Aceh ingin semakin dekat dengan rakyat dan konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh,” ujarnya.
Pelantikan pengurus baru hasil Muswil dijadwalkan berlangsung pada 24 Agustus 2025, serentak di seluruh Indonesia, dan dipimpin langsung oleh Presiden PKS.(*)













