Aceh Besar – Tim dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia melakukan verifikasi dan penilaian lapangan terhadap Gampong Lam Bheu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa (24/6/2025). Lam Bheu masuk dalam nominasi 15 besar nasional dalam ajang Gampong Digital 2025.
Tiga utusan Kemendes yang hadir adalah Putra Warumansyah ST, Doni April SHI, dan Redi Yudantoro ST. Kedatangan mereka disambut Kepala DPMG Aceh Besar Carbaini S.Ag, Sekretaris DPMG Effendi, para kepala bidang, Keuchik Lam Bheu drh. Syahrul HM, beserta perangkat gampong dan unsur Tuha Peut.
“Atas nama pemerintah daerah, kami mendukung penuh inovasi digital yang dikembangkan Gampong Lam Bheu. Sudah lebih dari lima tahun mereka secara konsisten menerapkan digitalisasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat,” ujar Carbaini.
Ketua Tim Verifikasi Kemendes, Putra Warumansyah, mengapresiasi peran aktif Aceh Besar dalam program-program desa digital nasional.
“Kami hadir untuk melihat langsung penerapan teknologi digital di Lam Bheu, memastikan sekaligus manfaatnya dirasakan oleh perangkat gampong dan masyarakat. Kami bangga atas partisipasi dan dukungan pemerintah daerah terhadap program ini,” kata Putra.
Ia menjelaskan, hasil verifikasi ini akan dibawa ke forum pleno untuk menentukan 10 besar gampong digital terbaik 2025. Dari situ, enam gampong akan terpilih sebagai yang terbaik nasional dan akan menerima penghargaan khusus dari Kemendes.
“Kesepuluh gampong tersebut nantinya juga akan mendapat pelatihan lebih lanjut agar bisa menjadi inspirasi bagi desa lain dalam mewujudkan transformasi digital,” tambahnya.
Keuchik Lam Bheu, drh. Syahrul HM, menyambut baik kunjungan ini dan berharap masukan dari tim Kemendes dapat mendorong penguatan tata kelola digital di gampongnya.
“Kami berharap ada pendampingan berkelanjutan agar Lam Bheu terus berkembang dan mampu menjawab tantangan sosial di era digital,” ucapnya.
Lam Bheu masuk 15 besar nasional berkat penerapan sistem pemerintahan digital yang transparan, pemanfaatan website, media sosial, dan aplikasi SIGAMLON sebagai sarana informasi publik. Dengan kekuatan di sektor jasa, perdagangan, dan budaya, Lam Bheu menjadi contoh gampong modern berbasis kearifan lokal dan teknologi informasi.(*)













