HeadlineNasional

Hutama Karya Pertahankan Status BUMN Infrastruktur Terbaik di Fortune 500 Southeast Asia 2025

×

Hutama Karya Pertahankan Status BUMN Infrastruktur Terbaik di Fortune 500 Southeast Asia 2025

Share this article
PT Hutama Karya (Persero) dinobatkan sebagai BUMN dengan infrastruktur terbaik Indonesia dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2025. Foto: Humas PT Hutama Karya (Persero).

Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) kembali mencatat prestasi dengan mempertahankan posisinya sebagai BUMN infrastruktur terbaik Indonesia dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2025. Berdasarkan pendapatan konsolidasi tahun fiskal 2024 yang mencapai Rp30,25 triliun dan laba bersih sebesar Rp2,76 triliun, perusahaan menempati posisi ke-177 dari 500 perusahaan terbaik di Asia Tenggara.

Dalam daftar resmi yang dirilis global pada Selasa (17/6), Hutama Karya menjadi satu dari 109 perusahaan asal Indonesia yang masuk, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi utama di kawasan. Di kategori BUMN Infrastruktur, Hutama Karya menempati posisi teratas di Indonesia.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyebut pencapaian ini sebagai buah dari transformasi menyeluruh dan inovasi berkelanjutan yang dijalankan perusahaan.

“Ini merupakan pengakuan global terhadap pertumbuhan dan kinerja positif kami, baik dari sisi keuangan, pengembangan bisnis, maupun realisasi proyek strategis nasional,” ujarnya.

Tahun 2024, pendapatan Hutama Karya naik dari Rp26,93 triliun pada 2023, dengan laba bersih meningkat hampir 48% dari Rp1,87 triliun. Aset perusahaan juga melonjak menjadi Rp196,04 triliun, didukung oleh lebih dari 2.100 SDM.

Capaian utama sepanjang tahun lalu meliputi penyelesaian proyek-proyek strategis nasional seperti Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang kini mencapai ±1.042 km, proyek bendungan, sistem penyediaan air minum, serta infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN). Sepanjang 2024, Hutama Karya juga menambah 83,9 km jalan tol, menyelesaikan proyek RSIA Sardjito, Menara Turyapada, Underpass Joglo, Fender Jembatan Pulau Balang, PLTGU Muara Tawar dan Tambak Lorok, serta mengoperasikan sejumlah ruas tol strategis di Sumatera.

Fortune mencatat bahwa total pendapatan 500 perusahaan Asia Tenggara pada 2024 mencapai US$1,82 triliun, mencerminkan kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi global. “Asia Tenggara kini menjadi episentrum pertumbuhan baru dunia,” kata Clay Chandler, Executive Editor Asia Fortune.

“Keberhasilan ini menjadi validasi atas kiprah berkelanjutan Hutama Karya dalam memperkuat konektivitas dan daya saing nasional. Dengan fundamental keuangan yang solid dan inovasi berkelanjutan, kami siap melangkah lebih jauh di tingkat regional,” tutup Adjib. (*)